Berita

AGEN SPAK SURABAYA MENGGABUNGKAN SPAK DAN PELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

Hari ini (08 Okt ’19) kuliah Pengembangan Kepribadian yang diberikan Ibu Magda Hadipoero pada para mahasiswa Lembaga Pendidikan Pelatihan Penerbangan Indonesia (LPPPI) di Nginden Intan, Surabaya, agak berbeda dari biasa. Kali ini Agen SPAK Surabaya ini menggabungkan bahan kuliahnya dengan nilai-nilai antikorupsi, suatu upaya yang tepat dalam membentuk kepribadian yang berintegritas pada anak-anak muda ini. Dengan memahami nilai-nilai antikorupsi, diharapkan anak-anak pemilik masa depan Indonesia ini memiliki kepribadian yang berintegritas saat mereka memegang jabatan penting nantinya. Belajar sambil bermain sangat menyenangkan bagi anak-anak muda ini. Mereka belajar banyak hal tentang perilaku koruptif dalam keseharian mereka, tanpa merasa digurui. Selama 2 jam bermain mereka tidak merasa sedang belajar banyak hal-hal baru. Bahkan setelah selesai jam pelajaran, mereka masih ingin terus bermain ke rumah Ibu Magda. Selain menggabungkan nilai-nilai antikorupsi dengan pelajaran Pengembangan Kepribadian, Ibu Magda juga pernah menggabungkannya dengan pelajaran Pelayanan Publik (Service Excellence) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Baru, Banjarmasin. Upaya yang sangat tepat untuk menghasilkan para pelayan publik yang transparan dan akuntabel. Semangat dan kreativitas Ibu Magda menimbulkan harapan bahwa Indonesia pasti bisa bebas dari korupsi.
Berita

Jatuh Bangun Cegah Korupsi di Sektor Kelapa Sawit

Jakarta, 18 Juli 2019 Industri Kelapa Sawit di Indonesia adalah industri yang menjanjikan peningkatan devisa negara, selain itu, industri kelapa sawit juga merupakan industri makro yang mendorong pengentasan kemiskinan di Indonesia. Tidak dapat dibantah, industri kelapa sawit menyerap tenaga kerja yang banyak untuk terlibat dalam industri tersebut. Selain itu, Industri kelapa sawit juga mendorong pembangunan di daerah-daerah dimana jauh dari pusat kota bahkan Ibukota. Dalam menjalankan industri tersebut, beberapa ketentuan ditetapkan agar industri kelapa sawit dapat menjalankan bisnisnya secara kompetitif dengan industri kelapa sawit lainnya baik di nasional dan internasional. Berbicara soal kompetitif bisnis, salah satu syarat agar industri kelapa sawit dapat kompetitif adalah bagaimana penerapan pencegahan korupsi dalam dunia usaha. Fakta lapangan menunjukan bahwa potensi korupsi di Industri kelapa sawit memang terjadi ketika menjalankan usaha mulai dari hulu ke hilir. Selain itu, catatan Studi Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2016 juga mengendus adanya area potensi korupsi di sektor Industri Kelapa Sawit yang perlu menjadi perhatian utama agar bisa dicegah sebelum merugikan perusahaan dan negara. Berdasarkan permasalahan diatas SPAK Indonesia bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) dan Center International Private Enterprise (CIPE) mengadakan pelatihan cegah korupsi di sektor industri kelapa sawit pada tanggal 13-14 Juni 2019 di Hotel Maxone, Palembang. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku bisnis serta membangun komitmen pelaku bisnis untuk mencegah korupsi. Dalam dua hari pelatihan, peserta diajarkan terkait delik-delik korupsi beserta kejahatan korporasi terkait korupsi, selain itu peserta juga diberikan pengetahuan terkait penyampaian pengaduan potensi korupsi melalui Komisi Advokasi Daerah (KAD) untuk nantinnya dapat bersama-sama dilahirkan suatu rencana aksi pencegahan korupsi berbasis masalah lapangan yang dihadapi. Diakhir dari pelatihan tersebut, peserta diajak untuk bersama-sama membangun komitmen dan membangun rencana aksi yang mudah dilakukan untuk mencegah korupsi. Diharapkan dengan komitmen dan rencana aksi yang simple dan mudah tersebut dapat dijalankan dan dapat melahirkan perubahan yang signifikan untuk mencegah korupsi di Industri Kelapa Sawit di Palembang.
Berita

Ummat Gereja St.Albertus, Bekasi, Ikuti Seminar “Membangun Budaya Antikorupsi Berawal dari Keluarga” oleh SPAK Indonesia.

Hari Minggu tanggal 14 Juli 2019 lalu, ada kegiatan berbeda selepas ibadah hari Minggu di gereja Santo Albertus Bekasi. Sekitar 60 orang berkumpul di salah satu aula gereja untuk mengikuti seminar bertajuk “Membangun Budaya Antikorupsi Berawal dari Keluarga” yang dibawakan oleh tim SPAK Indonesia. Seminar ini digagas oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) unit Santo Albertus, Bekasi. Di awal seminar, peserta memberi jawaban beragam terhadap pertanyaan “Apa itu korupsi?”. “Mengambil yang bukan hak kita”, “Berbuat tidak adil”, “Mengambil lebih dari yang seharusnya” dsb. Jawaban-jawaban ini mencerminkan betapa sesungguhnya peserta sudah paham beberapa pemahaman tentang korupsi. Seperti juga sebagian besar orang, pemahaman itu belum tentu sejalan dengan perilaku sehari-hari. Penjelasan tentang prinsip yang selalu diajarkan oleh Gerakan SPAK – biasakan yang benar, buka membenarkan yang biasa- kemudian menyadarkan orang bahwa dalam keseharian kita terbiasa melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak benar. Sebagai contoh adalah membayar petugas saat mengurus KTP atau memberi hadiah pada guru. Berbagai alasan dikemukakan sebagai pembenaran atas kebiasaan tersebut. “Uang lelah”, “Tanda terima kasih” dan berbagai macam alasan lain. Peserta seminar baru menyadari bahwa bentuk-bentuk gratifikasi seperti itu menimbulkan dampak negatif, karena menimbulkan ketidakadilan. Begitu biasanya pemberian hadiah pada guru, sampai kita tidak pernah berpikir hal itu sesungguhnya dapat membelenggu independensi guru untuk bersikap adil pada semua siswa. Seperti juga di seminar-seminar SPAK yang lain, di seminar di gereja Santo Albertus pun pembahasan seputar gratifikasi pada guru menjadi hal yang paling menarik perhatian. Apa salahnya kalau hadiah diberikan dengan rasa ikhlas sebagai tanda menghargai jerih payah guru mengajar anak kita? Boleh dong kita memberi hadiah kalau anak sudah lulus sekolah? Pertanyaan seperti ini banyak muncul di kalangan peserta. Tetapi pada akhirnya para peserta memahami apa arti gratifikasi dan apa dampak negatifnya. Seminar diakhiri dengan permainan SPAK yang dipandu oleh agen Jakarta dan agen Aceh yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Melalui permainan ini para peserta semakin paham bentuk-bentuk korupsi dan perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari. Tim SPAK Indonesia pulang dengan rasa bahagia karena telah diberi kesempatan mengajak lebih banyak lagi orang untuk bersikap antikorupsi. Mudah-mudahan peserta seminar pun merasakan hal yang sama dan terinspirasi untuk menyebarkan terus nilai-nilai antikorupsi pada keluarga dan ummat yang lain.
Berita

Pencanangan wilayah bebas korupsi dan wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Pengadilan Agama Lamongan, Wujud komitmen Agen SPAK dalam mencegah korupsi

Bagi Ibu Dr. Hj.Harijah Damis, M.H. , Ketua Pengadilan Agama Lamongan, Jawa Timur, yang juga Agen SPAK, tidak ada kata berhenti dalam memberantas korupsi. Di tahun 2018, Ibu Harijah memberlakukan sistem antrian elektronik untuk mencegah terbukanya kesempatan bagi para calo perkara dan membereskan sistem parkir yang juga dimanfaatkan untuk pungli. Pada tanggal 20 Februari 2019 lalu, Ibu Harijah menunjukkan komitmennya dalam pencegahan korupsi melalui deklarasi Zona Integritas dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat. Pencanangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan wujud layanan prima pada masyarakat pencari keadilan. Pencanangan deklarasi ini dihadiri Bupati Lamongan, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Ketua Pengadilan Agama Surabaya, Ketua DPRD lamongan, Kepala Kancab BRI, Kepala PT POS Lamongan, Jajaran Perkopimda, beberapa OKPD dan beberapa pihak lain. Selain itu, Pengadilan Agama Lamongan bahkan telah memberi perhatian pada para penyandang disabilitas dengan memberi ruang parkir khusus, ruang laktasi bagi para Ibu yang harus menyusui bayi. Ibu Harijah yang ikut pelatihan Agen SPAK pada tahun 2016 adalah seorang perempuan yang memilih bersikap antikorupsi sejak ia belum menjadi Ketua Pengadilan Agama. Mengikuti pelatihan sebagai Agen SPAK semakin memperkuat keyakinannya bahwa korupsi harus diberantas dengan memulai dari diri sendiri, keluarga kemudian lingkungan pekerjaan dan masyarakat. Dengan semua upaya yang dilakukannya tersebut, contoh yang diberikannya sebagai pimpinan dapat memacu seluruh aparat Pengadilan Agama Lamongan dalam  memberikan pelayanan optimal serta tidak melakukan kegiatan koruptif. Beliau berharap kedepannya para pegawai dapat menyebarkan perilaku anti koruptif ini kepada pengadilan lainnya dan semoga bisa menjadi contoh yang baik pula. Apa yang dilakukan Ibu Harijah sekali lagi membuktikan, bahwa perempuan punya kekuatan dalam menginspirasi perubahan. Dengan bergerak bersama perempuan dapat mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi bagi generasi mendatang.
Berita

PENDETA PEREMPUAN KLASSIS PULAU AMBON SEPAKAT IKUT BERGERAK MENCEGAH KORUPSI

Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) semakin kuat dengan masuknya 75 orang perempuan dari Ambon sebagai Agen. Mereka terdiri dari pendeta perempuan Gereja Protestan Maluku (GPM) Klassis Pulau Ambon, guru sekolah Minggu dan Dharmawanita Institut Agama Kristen. Mereka ikut pelatihan sebagai Agen SPAK pada tanggal 1-3 September 2018 dan menyatakan siap menyebarkan nilai-nilai antikorupsi dalam kegiatan-kegiatan mereka di organisasi Dharmawanita, sekolah minggu dan jemaat gereja. Pelatihan Agen SPAK ini dibuka oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dengan memberikan paparan tentang peran perempuan dalam pencegahan korupsi. Inisiatif awal untuk menyelenggarakan pelatihan Agen SPAK datang dari Pendeta Desy Gasperz. Ketika mendengar kiprah gerakan SPAK di Institut Leimena, Jakarta, Pendeta Desy Gasperz langsung tertarik dan merasa yakin semangat SPAK harus disebarluaskan di kalangan gereja dan jemaat. Menurut Pendeta Desy, jemaat Kristen sebagai bagian dari masyarakat Indonesia harus ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan korupsi. Dan ia yakin perempuan memegang peran penting dalam membangun keluarga yang antikorupsi. Para pendeta perempuan dalam kapasitas mereka sebagai figur yang didengar oleh jemaat, dapat mengambil bagian aktif dalam perjuangan Gerakan SPAK. Selain menanamkan nilai-nilai antikorupsi dalam keluarga mereka, para pendeta perempuan dan guru-guru perempuan sekolah minggu dapat menyebarkannya pada jemaat. Setelah seharian penuh di hari pertama mendengarkan penjelasan tentang Delik Korupsi dari Bapak Ganjar Laksmana, para peserta mulai merasa galau. Selama ini mereka menganggap memberi atau menerima hadiah pada atau dari guru, atasan dan pengambil keputusan adalah hal biasa terkait tradisi dalam menjaga hubungan baik dengan sesama. Di hari kedua pelatihan, saat diajak melakukan refleksi oleh Ibu Judhi Kristantini, Senior Manager AIPJ2, terhadap perilaku sehari-hari, peserta mulai perlahan-lahan memahami bahwa mereka seringkali melakukan gratifikasi bahkan juga suap tanpa menyadarinya. Ini sekali lagi membuktikan, bahwa sebagian besar masyarakat tidak paham betul apa yang sejatinya korupsi itu dan bahwa mereka sesungguhnya adalah pelaku sekaligus korban. Melalui permainan-permainan SPAK, sekali lagi peserta diajak untuk memahami perilaku-perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari. Permainan itu lah yang akan menjadi alat bantu mereka dalam menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungannya. Para peserta menyambut dengan antusias, karena merasa permainan itu memudahkan mereka dalam menjalankan kegiatan sebagai Agen SPAK nantinya, dalam keluarga dan jemaat. Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, kini jajaran Agen SPAK menjadi semakin kuat dengan bergabungnya para pendeta perempuan, guru sekolah minggu dan Dharmawanita perguruan tinggi Kristen. Terus lah menginspirasi dan melakukan perubahan untuk membebaskan Indonesia dari korupsi.
Berita Event

Agen SPAK Jakarta di Hari Anak Nasional

Dalam menyambut Hari anak nasional hari minggu tanggal 22 juli 2018, Agen SPAK Jakarta melakukan sosialisasi Pelajar Anti Korupsi di Taman baca kolong Fly Over ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Taman Baca Kolong dan diikuti oleh beberapa komunitas seperti TGR Campaign, Tabrak Warna, Forum Anak dll. Kegiatan dilakukan pukul 13.00-14.00. Antusiasme tidak hanya dirasakan oleh anak-anak tetapi seluruh pengunjung acara terutama ibu-ibu. Ratusan peserta mengikuti kegiatan sosialisasi ini ditengah hiruk pikiuk jalanan dan bising kendaraan. Kegiatan juga dilakukan dengan bermain Semai bersama dengan melakukan tanya jawab antara agen dan peserta. Acara ini dihadiri Walikota, Camat dan lurah Tangerang Selatan serta beberapa perwakilan dari dinas terkait. Setelah acara selesai, Agen SPAK Jakarta juga berkesempatan memberikan permainan Semai kepada komunitas Tradtional Games return Atau TGR Campaign. Semoga semakin banyak anak-anak yang bisa mecoba permainan ini dan bisa menjadi anak jujur yang hebat.
Berita

Menanamkan Nilai Anti korupsi dalam Masa Orientasi Siswa Berbagai Sekolah

Betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini telah disadari oleh para pendidik di berbagai sekolah. Anak-anak lah generasi yang akan mengisi masa depan bangsa ini, dan karenanya pada mereka perlu ditanamkan kesadaran untuk berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. Para Agen SPAK di berbagai daerah diundang oleh sekolah-sekolah setempat untuk mengajak siswa mengenal nilai-nilai antikorupsi melalui cara-cara yang menyenangkan. Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, para Agen SPAK dari Dharmawanita Kementerian Agama Provinsi Sulteng secara serempak masuk ke madrasah MI, MTS dan MA mengisi acara Masa Orientasi Siswa (MOS). Setelah memberi paparan singkat tentang pentingnya siswa berperi laku antikorupsi sejak dini, para Agen mengajak mereka bermain dengan permainan SPAK yang memang dirancang untuk anak-anak usia kecil sampai remaja.  Di Medan Sumatera Utara, para Agen SPAK Sumut juga mengisi acara MOS di SMK Tritech dengan penanaman nilai-nilai antikorupsi lewat permainan SPAK.  Sementara itu, Agen SPAK Daerah Istimewa Yogyakarta mengisi kegiatan awal tahun ajaran 2018-2019 dengan mengajak siswa kelas XI PK MAN kota Sleman untuk mengenali perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menjauhinya.  Para Agen SPAK Banten pun diundang oleh sebuah sekolah swasta Tara Salvia di Tangerang Selatan untuk mengisi kegiatan MOS dengan mengajak siswa berani jujur dalam perilaku sehari-hari. Siswa-siswa SMP sudah mulai diperkenalkan dengan berbagai bentuk korupsi, seperti gratifikasi, suap dan pencucian uang, karena di usia ini mereka sudah mulai terpapar dengan perilaku koruptif yang menjadi bibit dari bentuk-bentuk korupsi tersebut. Semua dilakukan lewat permainan yang seru dan menyenangkan. Semoga apa yang ditanam oleh para Agen SPAK hari ini memberi sumbangsih bagi pembentukan generasi antikorupsi yang akan membangun negeri ini.
Berita

PEREMPUAN PENGUSAHA UKM DAN PROFESIONAL BERDIALOG UNTUK TEMUKAN CARA BERBISNIS YANG BERINTEGRITAS.

Tanggal 23 Mei 2018 lalu, Alliance for Integrity bersama GIZ menyelenggarakan temu dialog beberapa perempuan pengusaha UKM dan profesional di hotel Four Point, Bandung, yang merupakan pertemuan penuh manfaat. *Alliance for Integrity adalah sebuah lembaga internasional dengan pemangku kepentingan dari berbagai negara yang bertujuan untuk memberikan dukungan pada pelaku bisnis dalam melawan korupsi yang terjadi di tingkat bawah. Untuk mewujudkan tujuan ini, lembaga tersebut mendorong munculnya aksi kolektif yang melibatkan semua aktor terkait, seperti sektor swasta, sektor publik dan masyarakat sipil dalam mewujudkan transparansi dan integritas dalam sistem ekonomi. Bandung dipilih karena di kota ini berkumpul para perempuan pengusaha UKM sekaligus para produsen dan pemasoknya. Di kota lain biasanya pengusaha berhubungan dengan produsen dan pemasok dari luar kota. Tujuan dari pertemuan yang telah diselenggarkan sejak 2017 ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman peserta tentang cara-cara menangani korupsi dalam menjalankan usaha, melalui dialog berkelanjutan. Yang menarik dalam pertemuan ini adalah bagaimana para perempuan pengusaha UKM dan profesional ini berupaya bersama mencari solusi dalam mengatasi tindakan korupsi yang menghambat kelancaran usaha mereka, misalnya dalam mengurus dokumen perijinan dsb. Alliance for Integrity juga memfasilitasi tukar pikiran dengan para pengusaha UKM dari Argentina, Mexico dan negara-negara G20, melalui conference call dalam pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan. Hal ini tentu saja membuka wawasan dan jaringan para perempuan pengusaha UKM dan profesional ini. Dalam kesempatan ini Ibu Judhi Kristantini mendapat kesempatan untuk memberikan paparan tentang Gerakan SPAK yang dianggap telah mampu menggerakan perempuan-perempuan agen perubahan di 34 provinsi di Indonesia. Melalui paparan tersebut, peserta diberi pemahaman tentang perilaku koruptif yang telah biasa dilakukan sehingga tidak terasa sebagai sebuah bentuk korupsi. Juga pemahaman tentang bagaimana kekuatan keluarga sangat penting dalam mencegah seseorang melakukan tindakan korupsi. Melengkapi pertemuan sore itu adalah paparan dari Indonesia Global Compact Network (IGCN). *Sebuah lembaga di bawah PBB yang lahir dari inisiatif untuk melaksanakan prinsip-prinsip universal tentang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan dan antikorupsi secara berkesinambungan dan mengambil langkah-langkah dalam mewujudkan peningkatan masyarakat.  Dalam rangka mewujudkan misinya, IGCN membuka kesempatan pada siapa pun, termasuk perempuan pengusaha UKM dan profesional untuk meningkatkan kapasitas dan jaringan usaha melalui beberapa kegiatan. Salah satunya adalah Match Making, yaitu kesempatan mempertemukan pengusaha UKM dengan pengusaha besar yang kurang lebih mempunyai kepentingan yang sama. Untuk dapat mengikuti kegiatan ini, para pengusaha UKM terlebih dahulu harus menyerahkan profil usahanya agar dapat dicarikan “pasangan” pengusaha besar yang sesuai dengan kebutuhannya. Ini tentu saja merupakan kesempatan baik bagi para perempuan pengusaha UKM dan profesional untuk meningkatkan usaha mereka. Secara keseluruhan, pertemuan yang digagas Alliance for Integrity ini sangat banyak manfaatnya bagi para pesertanya. Mereka diberikan pemahaman tentang korupsi oleh SPAK, mendapat kesempatan berdiskusi dengan para pengusaha UKM dari negara Amerika Latin dan mendapat informasi tentang adanya berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh IGCN untuk membuka jaringan. Akan merupakan kolaborasi yang menarik dengan SPAK, jika dikemudian hari diselenggarakan pertemuan dengan lebih banyak perempuan pengusaha UKM dan profesional untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap tentang apa itu korupsi dan bagaimana menghindarinya. 
Berita Siaran Pers

Siaran Pers SPAK AJAK PEREMPUAN GUNAKAN HAK PILIH DI PILKADA SERENTAK 2018

SPAK Ajak Perempuan Gunakan Hak Pilih di Pilkada serentak: “Suara Perempuan Berharga – Jangan Pilih Calon Terindikasi Korupsi” JAKARTA (25/6/2018) – Gerakan Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK) mengajak para perempuan berani membuat pilihan yang benar dan tidak memilih calon yang terindikasi korupsi, calon yang terindikasi pernah melakukan kekerasan pada perempuan dan bersikap diskriminatif. Setiap suara perempuan yang diberikan dalam pemilihan kepala daerah serentak tanggal 27 Juni 2018, di 171 daerah di Indonesia pekan ini, sangat berharga untuk menjadikan Indonesia yang lebih bermartabat. Pilkada merupakan proses demokrasi yang harus dikawal oleh semua warga negara, termasuk perempuan karena suara perempuan sangat berharga. SPAK mengajak setiap perempuan untuk menggunakan hak pilihnya, karena setiap suara penting untuk setiap daerah hingga 5 tahun ke depan. “Jangan pernah menjual atau menukar suara kita dengan apapun.” SPAK mengajak perempuan untuk memilih calon terbaik dan menghindari calon pilhan yang memiliki latar belakang berikut ini: Calon yang terindikasi korupsi atau kerap berperilaku koruptif. Calon yang seperti ini akan mengambil hak warganya dan tidak perduli dengan tugas dan kewajibannya;Calon yang terindikasi melalukan pelecehan atau kekerasan pada perempuan, anak, disabilitas atau kelompok marjinal lainnya. Melecehkan kelompok-kelompok ini berarti tidak menghargai kehidupan;Calon yang diskriminatif (mengedepankan SARA). Diskriminasi bertentangan dengan UUD ’45 dan Pancasila. Diskriminasi akan memecah-belah bangsa Indonesia dan memicu konflik yang berkepanjangan. Perempuan juga bisa berperan aktif menjaga integritas proses pemilihan dengan berbagai cara ini:  1. Memastikan diri terdaftar dan memiliki dokumen untuk memilih sesuai dengan ketentuan;  Datang lebih awal ke TPS, perhatikan penjelasan dan tata cara pemilihan dari petugas;Pastikan mengikuti seluruh tata cara pemilihan dan mencoblos sesuai ketentuan;Jangan terpengaruh dengan suara-suara yang mencoba mempengaruhi saat menunggu di TPS karena pilihan Anda adalah rahasia;Jangan merasa terintimidasi dengan kehadiran orang atau sekelompok orang dari calon atau kelompok tertentu;Jangan ragu mengikuti proses perhitungan suara;Sebagai warga negara, kita memiliki hak memberikan suara atau memilih. Ini merupakan hak dasar yang dijamin pemenuhannya oleh negara;Jangan ragu melaporkan bila ada yang tidak sesuai ketentuan. Selamat menggunakan hak pilih, para perempuan Indonesia, karena suara kita berharga! Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK) www.spakindonesia.org FB: SPAK Indonesia dan Saya Perempuan Antikorupsi IG:@spakindonesia Kontak: Ema Husain (0811419322): Judhi Kristantini (08111899688); Yulia Fransiska (081342663168); Enni Martalena Pasaribu (08116140766)  Tentang SPAK Indonesia Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi atau dikenal dengan SPAK adalah sebuah gerakan yang menempatkan perempuan sebagai pemegang peran penting dalam pencegahan korupsi. Mengapa perempuan? Karena perempuan/Ibu adalah tokoh sentral dalam keluarga yang menanamkan nilai moral pada anak-anaknya. Selain itu, perempuan secara kodrati memiliki kemampuan melahirkan, mengembangkan dan memelihara. Perempuan juga mempunyai kebutuhan berbagi yang diwujudkan dalam berbagai kesempatan berkumpul. Semua karakter khas itu lah yang membuat perempuan merupakan kekuatan yang besar dalam melakukan pencegahan korupsi. Melalui lebih dari 1600 agennya yang tersebar di 34 provinsi, SPAK mengajak masyarakat untuk mencegah korupsi mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. Agen SPAK terdiri dari para perempuan dengan berbagai latar belakang mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, professional, guru, pegiat/aktivis organisasi perempuan, polwan, jaksa perempuan, hakim, hingga tokoh agama dengan kekuatan sendiri maupun berkelompok berupaya untuk terus melakukan perilaku antikorupsi. Gerakan ini pada tahun 2017 lalu meraih penghargaan International Anti-Corruption Exellence Award (ACE-Award) dari UNODC dan Rule of Law and Anti-Corruption Center (ROLACC, Qatar) untuk kategori Anti-Corruption Youth Creativity & Engagement, karena terus melakukan kampanye antikorupsi yang massif dan berhasil membuat perubahan perilaku dikalangan agen dan lingkungan terdekatnya.  SIARAN PERS INI DIMUAT DI MEDIA-MEDIA BERIKUT: https://m.liputan6.com/amp/3569131/perempuan-diimbau-tak-golput-dalam-pilkada-2018?__twitter_impression=true https://kabar.news/spak-ajak-perempuan-gunakan-hak-pilih-di-pilkada-serentak https://www.pijarnews.com/spak-imbau-jangan-pilih-calon-pemimpin-berperilaku-koruptif/ https://www.pijarnews.com/spak-imbau-jangan-pilih-calon-pemimpin-berperilaku-koruptif/ http://pelitabatak.com/news/-SPAK-Sumut-Ajak-Warga-Pilih-Sosok-Pemimpin-yang-Bersih-dari-Tindakan-Koruptif https://www.harianbatakpos.com/suara-perempuan-berharga-jangan-pilih-calon-terindikasi-korupsi/ http://pelitabatak.com/news/-quot-Suara-Perempuan-Berharga-Jangan-Pilih-Calon-Terindikasi-Korupsi-quot- https://www.kabarmakassar.com/posts/view/2335/spak-himbau-perempuan-pemilih-suarakan-hak-pilihnya.html https://www.portalmakassar.com/jelang-pilkada-serentak-27-juni-ini-himbauan-spak-sulsel-untuk-perempuan/ https://www.kabarmakassar.com/posts/view/2335/spak-himbau-perempuan-pemilih-suarakan-hak-pilihnya.html https://www.phinisice.com/2018/06/25/pemimpin-tidak-korupsi/ http://www.kba.one/news/ajak-gunakan-hak-pilih-spak-suara-perempuan-sangat-berharga/index.html http://www.waingapu.com/2018/06/26/spak-ajak-perempuan-jangan-pilih-calon-terindikasi-korupsi.html
Berita Event

Sosialisasi SPAK di SMP Negeri 6 Depok

Kegiatan kali ini sudah kami rencanakan sejak dari sebulan lalu. Ibu Vita Hadijati, agen SPAK dari DWP Setneg sudah mengkordinasikan kegiatan kami ini dengan Bapak dari salah satu siswa SMP Negeri 6 Depok, yang aktif sebagai anggota Komite Orang Tua dan Guru SMP tersebut.  Tiba lah hari yang sudah kita rencanakan untuk mengadakan kegiatan Sosialisasi SPAK di SMP Negeri 6 Depok nun jauh disana, Rabu – 26 Maret 2018. Lokasi SMP ini berada di daerah Cilodong – Depok, Jawa Barat.  Alhamdulillah – pagi-pagi sekali, setelah berjibaku dengan transportasi umum – dari rumah naik gojek motor ke Stasiun Bintaro naik KRL ke Tanah Abang, ganti KRL ke Manggarai, lalu ganti KRL menuju Depok disambung dengan naik Gojek motor menuju SMPN 6 Depok. Total perjalanan kira-kira 2 jam 15 menit. Sampailah ke SMP 6 Depok di Cilodong. Kami disambut oleh Bapak Wakil Kepala Sekolah dan Bapak dari Komite Sekolah.  “Apa arti korupsi?” demikian pertanyaan Agen SPAK Jakarta membuka sesi tanya jawab dengan siswa SMP 6 DEPOK, Jawa Barat. Lelahnya perjalanan kami langsung hilang begitu bertemu dengan sahabat-sahabat tersayang yg memiliki visi yg sama. Ada Ibu Vita Hadijati, Mbak Alit, mbak Rika, mbak Rita dan Adek Devina. Lalu menyusul datang adalah Mbak Ajeng dan mbak Erni. Langsung kami dengan semangat 45 memulai Sosialisasi SPAK kami di 7 kelas di SMP Negeri 6 Depok ini. Ya… satu orang satu kelas yang berjumlah kira-kira 40 – 45 siswa. Whew… terbayang ya… gimana nih caranya, tapi “the show must go on”.  Dengan gegap gempita, kami menuju kelas kami masing-masing, dan langsung memberikan paparan mengenai apa sih SPAK itu dan kenapa sih kita wajib mengenalkan nilai-nilai anti korupsi ke para siswa. Beberapa video SPAK juga kami tampilkan di layar infocus. Para siswa bertanya dengan gegap gempita. Juga kami semangat bermain beberapa game SPAK diantaranya Majo Junior dan Semai (Sembilan Nilai).  Tiap agen SPAK yang bertugas di kelas masing-masing, sepertinya berusaha mengenalkan SPAK dan Nilai-nilai anti korupsi dengan caranya masing-masing. Ada yang lewat paparan Infocus, ada yang lewat Tanya Jawab dialog tentang nilai-nilai Kejujuran dan juga ada yang lewat Short Video SPAK. Tapi, yang pasti semuanya gembira karena sambil mengenalkan SPAK, kita juga bermain Game Majo Junior dan SEMAI. Rasa lelah yang kami rasakan karena perjalanan panjang tadi terbayarkan dengan melihat wajah-wajah bahagia para siswa SMP Negeri 6 Depok tersebut yang bersemangat mengenal SPAK dan nilai-nilai anti korupsi.