Kisah Inspiratif

“Ninja Hatori dari Gunungkidul: Perjuangan Puji Lestari sebagai Ibu, Pemimpin Kelompok, dan Agen SPAK”

Puji Lestari, ibu berusia 45 tahun dari Gunungkidul, Yogyakarta. Ia adalah ibu dari seorang anak berkebutuhan khusus, cerebral palsy. Tidak hanya sebagai ibu yang kuat, Puji juga memimpin kelompok hebat, Mitra Ananda Gunungkidul, yang fokus membantu anak-anak dengan berbagai disabilitas seperti cerebral palsy, down syndrome, dan autisme. Namun, perjuangan Puji tidak hanya itu, dia juga menjadi pengurus di Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS).    Tahun 2017 dia mengikuti Training of Trainer (TOT) yang diadakan oleh SPAK Indonesia. Melalui proses seleksi yang ketat, hanya 7 dari 15 orang yang berhasil lolos, termasuk Puji. TOT tersebut tidak hanya melibatkan orang tua yang mendampingi anak-anak disabilitas, tetapi juga perempuan disabilitas dari berbagai organisasi di Jogja. TOT ini dibuat khusus untuk fokus kepada Agen SPAK Disabilitas.    Sebagai agen SPAK, Puji tidak tinggal diam. Ia giat melaksanakan kegiatan “nyepak” di PKK Kalurahan di Kabupaten Gunungkidul. Sasarannya adalah istri pamong kalurahan yang potensial terlibat dalam praktik korupsi. Mulai dari penyampaian korupsi dalam bentuk uang/dana hingga korupsi waktu, Puji berusaha membawa perubahan. Sosialisasi dilakukan dengan menghadapkan sound system ke arah kantor lurah dan pamong, agar mereka mendengarkan dengan seksama.   Perubahan yang dilakukan oleh Puji terasa signifikan. Kantor-kantor kalurahan yang sebelumnya lembur kini menjadi disiplin waktu. Praktik pungli dan money politik pun berhasil dihapuskan. Puji sendiri merasakan perubahan dalam penghargaan terhadap pendapatnya. Kini, dia menjadi anggota badan permusyawaratan di Kalurahan Rejosari, memiliki peran penting dalam mengawasi kinerja dan pelaksanaan program Pemkal Rejosari.  Namun, perjalanan Puji tidak selalu mulus. Di salah satu kalurahan, ketika dia mengenakan seragam kaos SPAK, para pamong awalnya menolak. Mereka ketakutan, mengira Puji dan timnya adalah penyidik. Namun, setelah menjelaskan Puji berhasil meyakinkan mereka bahwa misi mereka adalah sosialisasi pendidikan anti korupsi.   Di balik ketegasan sebagai agen SPAK, Puji memiliki julukan yang menarik, “Ninja Hatori.” Julukan ini tidak datang begitu saja, melainkan sebagai penghargaan atas ketangguhannya yang membutuhkan perjalanan melelahkan melintasi bukit dan lembah Gunungkidul, dengan jarak tempuh mencapai 30 km – 60 km.   Untuk ke depannya, Puji memiliki harapan besar. Ia berharap agar jumlah agen SPAK di Gunungkidul terus bertambah, mengingat luas wilayah mereka yang mencakup 144 kalurahan, sekitar sepertiga dari luas Yogyakarta. Puji menginginkan pendampingan lebih dari SPAK pusat untuk memperkuat gerakan mereka. Tidak hanya itu, Puji berharap agar kartu-kartu permainan SPAK dilengkapi huruf Braille, memungkinkan teman-teman disabilitas netra bermain mandiri di komunitas mereka. Selain itu, dia menginginkan adanya pelatihan khusus untuk agen SPAK baru yang telah direkrut, sehingga mereka dapat turut membantu dalam kegiatan nypak di lingkungan masing-masing.    Puji Lestari, seorang ibu, pemimpin kelompok, dan agen SPAK, telah membuktikan bahwa semangat perubahan dan keberanian dapat membawa dampak positif. Di balik kesibukannya merawat anak disabilitas, Puji menunjukkan bahwa satu orang bisa menjadi pahlawan dalam memerangi korupsi dan membawa perubahan yang berarti dalam masyarakat. 
Berita Event

SPAK INDONESIA DIUNDANG DALAM PENYERAHAN INTERNATIONAL ANTI-CORRUPTION EXCELLENCE AWARD (ACE AWARD) 2023 DI UZBEKISTAN

International Anti-corruption Excellence Award (ACE Award) 2023 diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan dan untuk pertama kalinya Rolacc (Rule of Law of Anti-corruption Committee) sebagai penyelenggara mengundang seluruh pemenang dari tahun-tahun sebelumnya. SPAK Indonesia sebagai pemenang tahun 2017 dari katagori Youth Creativity and Engagement turut diundang pula dalam acara yang berlangsung dari tanggal 18 sampai dengan 21 Desember 2023. Undangan ini merupakan suatu kesempatan bagi SPAK Indonesia untuk berbagi apa yang telah dicapai serta tantangan yang masih dihadapi setelah menerima penghargaan tersebut di tahun 2017. Acara ini juga merupakan kesempatan baik bagi seluruh peserta untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pegiat antikorupsi yang memiliki fokus yang sama. Setelah puncak acara yaitu penyerahan penghargaan bagi pemenang dari berbagai negara, digelar diskusi panel yang diikuti oleh para pemenang tahun 2023, serta para pemenang sebelumnya. Ada 5 panel dengan topik berbeda yang masing-masing dimoderatori oleh para ahli yang pernah menjadi juri di ACE Award, di antaranya dari UNODC, Jaksa dan Profesor pengajar di perguruan tinggi. Kelima topik panel tersebut adalah International Perspectives on Corruption, Central Asia Regional Initiatives on Countering Corruption, Youth Academia and Education, Uncovering the Truth behind Corruption, The Nexus between Academia and Innovation. SPAK menjadi pembicara dalam Panel 4 dengan tema “Uncovering the Truth behind Corruption” yang dimoderatori oleh Suzanne Culley-Haiden, mantan Jaksa Federal Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut Maria Kresentia yang mewakili SPAK Indonesia, mengangkat isu korupsi sebagai enabling factor dari kejahatan terhadap perempuan yang belum menjadi perhatian khusus pemerintah, sementara angka korban perempuan dan anak-anak tinggi. Kejahatan terhadap perempuan tersebut meliputi perkawinan anak, perdagangan orang dan sextortion. Isu ini merupakan salah satu fokus SPAK Indonesia, disamping pendidikan nilai-nilai antikorupsi. SPAK merasa perlu terus membangun narasi tentang keterkaitan antara korupsi dan terjadinya kejahatan terhadap perempuan untuk mendorong upaya-upaya pencegahan melalui advokasi kebijakan dari tingkat regional hingga nasional. Diharapkan dengan mencegah praktek-praktek korupsi, kejahatan terhadap perempuan pun dapat dicegah dan lebih banyak perempuan dapat diselamatkan. Ini adalah salah satu wajah korupsi yang perlu ditunjukkan pada publik. Acara ini membuka kesempata bagi SPAK Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan para pemenang lain, baik dari tahun sebelumnya maupun dari tahun 2023 yang mempunyai ketertarikan yang sama terhadap isu-isu perempuan. Maka terbentuk lah group informal terdiri dari para pemenang dari Cyprus, Inggris, Amerika, Liberia dan Indonesia yang semuanya perempuan. Group ini mengajukan usul pada Rolacc sebagai penyelenggara ACE Award untuk membuat wadah khusus khusus isu Gender dan Korupsi, dan mendapat tanggapan positif dari pihak Rolacc. Wadah ini nantinya diharapkan dapat mendorong berbagai kegiatan terkait isu-isu korupsi dan perempuan, serta membuka jaringan dengan berbagai lembaga internasional.
Event
Ada 102,58 juta pemilih perempuan (50%) yang akan ikut menentukan masa depan Indonesia 5 tahun mendatang. Kamu salah satunya. Karena itu jadilah pemilih cerdas dalam Pemilu 2024. Jangan berpikir “apalah arti suara saya”, karena satu suara sangat berarti bagi masa depan IndonesiaPelajari rekam jejak calon, visi-misi dan program kerjanya. Hindari calon dengan latar belakang korupsi dan kejahatan terhadap perempuan, anak, difabel dan kelompok minoritas lain.Waspada Politik Uang. Jangan jual/tukar suara kamu dengan apa pun. Jual beli suara dapat terjadi sampai saat kamu akan memasuki bilik suara.Datang lebih awal ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mendapatkan penjelesan dan tata cara pemilihan. Ikuti tata cara pemilihan sesuai ketentuan dan jangan terpengaruh oleh usaha untuk mempengaruhi suara.Ikut serta dalam proses perhitungan suara dan tidak ragu untuk melaporkan dugaan pelanggaran pada pengawas pemilihan. BERGABUNGLAH DENGAN 102,58 JUTA PEMILIH PEREMPUAN LAIN DAN SEBARKANLAH KAMPANYE “SUARA PEREMPUPAN BERHARGA” DENGAN MEMBUAT TWIBON DAN UNGGAH DI SOSIAL MEDIA KAMU. TAG INSTAGRAM @spakindonesia dan @indonesiawomencoalition DAN FACEBOOK Koalisi Perempuan Indonesia Setnas.
Berita

Pelaksanaan Training of Trainers Sekolah Jujur Sekolah Saya di Medan

Program Sekolah Jujur Sekolah Saya, yang digagas oleh SPAK Indonesia dengan dukungan New Zealand Aid tahun 2023 dilaksanakan di tiga wilayah yakni Medan, Makassar dan Gorontalo. Pelaksanaan ToT sebagai salah satu rangkaian program Sekolah Jujur Sekolah dilakukan pertama kali di Medan pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2023. Dalam ToT ini, perserta diberikan materi mengenai korupsi, perilaku korupsi serta nilai-nilai antikorupsi. Pelatihan yang diikuti UPT SMP Negeri 1 Medan dan SD Negeri Al Wasliyah Medan memberikan pemahaman tentang korupsi, perilaku koruptif serta nilai-nilai antikorupsi pada para kepala sekolah dan guru sebagai motor pembangun ekosistem antikorupsi di sekolah. Pada pelatihan ini, SPAK Indonesia mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Medan ditandai dengan penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan dan Direktur SPAK Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Bapak Laksamana Putra Siregar, S.H., MSP sedang menandatangani PKS didampingi oleh direktur SPAK Indonesia, Maria Kresentia Setelah mengikuti 2 hari pelatihan, peserta mengakui banyak hal baru yang mereka pelajari. Perilaku yang semula dianggap biasa ternyata masuk dalam ranah koruptif. Selain itu, peserta juga dibekali boardgames SEMAI dan Majo Junior sebagi tools menanamkan nilai-nilai antikorupsi untuk peserta didik di sekolah masing-masing. Dalam satu tahun pelaksanaan program Sekolah Jujur Sekolah Saya ini, setiap sekolah peserta program, akan didampingi oleh satu orang pendamping yang merupakan agen SPAK. Pendampingan tersebut dilakukan secara berkala dan teratur dan menjadi semacam forum bagi Kepala Sekolah dan Guru sekolah sasaran untuk berdiskusi dengan agen SPAK untuk membahas tantangan dan pelaksanaan program, juga mengumpulkan cerita-cerita perubahan yang akan menjadi best practice. Selain itu, dalam menjalankan kegiatan pembangunan integritas, sekolah juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Komite, Wali Murid, hingga seluruh staff yang bekerja di Sekolah tersebut.
Berita Event

SPAK BICARA DI SIDE EVENT ACWG G20 INDIA,26 MEI 2023

Forum Anti-corruption Working Group G20 India mengundang SPAK Indonesia untuk bicara dalam side event bertema “Gender and Corruption”, yang diselenggarakan tanggal 26 Mei 2023 di Hotel Westin Resort & Spa Uttarakhand, Rishikesh, India. Undangan yang datang mendadak ini semula meminta SPAK Indonesia mengirim video sepanjang 4 menit yang menjelaskan kegiatan SPAK dalam menggerakan perempuan ikut dalam pencegahan korupsi. Melalui email pada panitia, SPAK menjelaskan bahwa saat ini sedang mengembangkan fokus pada korupsi sebagai penyebab kejahatan terhadap perempuan. Balasan email tersebut, justru mengundang SPAK untuk hadir langsung dalam side event tersebut dan memaparkan apa saja yang telah dilakukan SPAK dalam pencegahan korupsi, termasuk korupsi yang berdampak pada kekerasan terhadap perempuan. Seluruh pembiayaan wakil dari SPAK Indonesia ditanggung oleh pemerintah India sebagai penyelenggara G20. Setelah melalui pengurusan visa yang cukup rumit, karena terbatasnya waktu, maka pada tanggal 24 Mei 2023, Maria Kresentia, sebagai direktur, bersama Judhi Kristantini sebagai co-founder berangkat ke Uttarakhand, India untuk mewakili SPAK Indonesia. Side Event yang berupa talkshow tersebut dibuka oleh Menteri Luar Negeri India, Ibu Meenakshi Lekhi dan diisi beberapa pembicara, yaitu Valentina M. Donini dari Open Government Partnership Multi-stake holder Forum, Itali, delegasi dari Afrika, Sonika Kanojia dan Rajni Rawat, perwakilan dari program pemberdayaan perempuan pemerintah India, Brigitte Strobel-Shaw, ketua bidang Corruption and Economic Crime UNODC serta Maria Kresentia, Direktur SPAK Indonesia. Menteri Luar Negeri India dalam sambutannya menjelaskan program pemerintah India dalam meningkatkan pemberdayaan pada perempuan, namun pelaksanaannya terhalang oknum-oknum korup yang membawa uang ke luar India yang seharusnya dapat mendanai kesehatan lebih banyak untuk perempuan dan keluarganya. Valentina M. Donini memaparkan bahwa perempuan menderita lebih banyak sebagai korban korupsi, diantaranya karena adanya sextortion yang sulit dibuktikan karena timbulnya victim blaming. Disamping itu, Donini juga mengatakan bahwa perempuan seringkali menjadi lebih defensif terhadap korupsi karena mereka ingin menekan akibat yang mereka rasakan. Sistem politik yang melibatkan lebih banyak perempuan akan dapat mengurangi korupsi. Karena itu strategi pencegahan korupsi perlu menekankan kesetaraan jender sebagai upaya memberi peluang lebih besar pada perempuan untuk ikut di dalamnya. Delegasi dari Afrika menyatakan setuju bahwa perempuan adalah pihak yang paling dirugikan oleh korupsi. Hal lain yang dikemukakannya adalah perlunya data tentang jumlah perempuan dibanding laki-laki yang melakukan korupsi serta jenis yang dilakukan masing-masing untuk dapat melakukan intervensi yang tepat.  Ia juga menjelaskan pentingnya memberikan pelatihan pada petugas pelayanan tentang pelayanan publik berbasis jender. Sonika Kanojia dan Rajni Rawat, yang mewakili perempuan India dalam program pemberdayaan perempuan yang digagas pemerintah India, menceritakan perjalanan mereka membangun UMKM yang mandiri dari nol hingga berhasil mempunyai beberapa karyawan. Mewakili SPAK Indonesia, Maria Kresentia menceritakan perjalanan SPAK sejak awal berdiri sebagai gerakan sosial hingga menjadi sebuah organisasi yang mendiri. Perjalanan SPAK adalah rangkaian cerita perempuan dari berbagai latar belakang dari 34 provinsi yang bergerak ikut dalam pencegahan korupsi menggunakan alat bantu berupa permainan dan telah melakukan berbagai perubahan di institusi masing-masing. Maria Kresentia juga menjelaskan bahwa saat ini SPAK meluaskan area fokusnya pada korupsi yang menimbulkan tindak kejahatan terhadap perempuan, seperti perkawinan anak dan perdagangan orang. Penelitian tentang korupsi dalam perdagangan orang di Provinsi Sulawesi Selatan yang telah dilakukan SPAK Indonesia, saat ini telah menjadi materi advokasi untuk mendorong regulasi baru Tindak Pidana Perdaganan Orang yang memasukkan korupsi sebagai salah satu faktor yang memfasilitasi kejahatan tersebut. Paparan Maria Kresentia menggambarkan, betapa apa yang telah dilakukan agen-agen SPAK merupakan tindakan pencegahan korupsi yang nyata dan berdampak. Seusai talkshow tersebut Ibu Meenakshi Lekhi selaku Menteri Luar Negeri India, memberi selamat pada SPAK Indonesia dan mengutarakan kekagumannya pada gerakan perempuan di Indonesia yang telah menunjukkan dampak nyata dalam pencegahan korupsi. Diundangnya SPAK Indonesia dalam side event ACWG G20 India ini membuktikan, bahwa apa yang dilakukan para agen SPAK dalam pencegahan korupsi telah diakui forum internasional dan dapat menjadi best practice bagi gerakan perampuan di negara lain.
Berita

SEKOLAH JUJUR, SEKOLAH SAYA : SEBUAH UPAYA MEMBANGUN EKOSISTEM ANTIKORUPSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

LATAR BELAKANG Berlandaskan pada hasil studi KPK di tahun 2012-2013 di daerah Jawa Tengah yang menunjukkan bahwa hanya 4% dari orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya, maka gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) dilahirkan dengan tujuan melatih para perempuan yang diharapkan akan menanamkan nilai-nilai antikorupsi menjadi role model antikorupsi dalam keluarga dan lingkungan. Dalam perkembangan gerakan SPAK, tercatat berbagai cerita perubahan yang telah dilakukan para Agen di berbagai daerah, mulai dari perubahan perilaku diri sendiri, keluarga, sampai pada perubahan sistem di tempat kerja. Catatan perubahan yang signifikan adalah mulai tumbuhnya anak-anak Agen SPAK yang memiliki keyakinan kuat terhadap nilai-nilai antikorupsi. Ini membuktikan bahwa keluarga sungguh merupakan lembaga awal di mana anak-anak belajar nilai-nilai integritas yang juga merupakan nilai-nilai antikorupsi Lembaga berikutnya yang berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi adalah sekolah. Jika keluarga menjadi tempat pertama anak belajar tentang nilai-nilai integritas, maka sekolah adalah rumah kedua yang memperkuat nilai-nilai tersebut. Sekolah sebagai lembaga pendidikan selayaknya mencerminkan bagaimana nilai-nilai integritas dilaksanakan di segala aspek. SPAK Indonesia telah memulai upaya ini melalui gerakan Guru Pembangun Peradaban (GPP) di tahun 2020, program yang terwujud sebagai hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Perusahaan-perusahaan Swasta.  Gerakan ini bermula dari keputusan Wali Kota Surabaya saat itu, Ibu Tri Rismaharini, untuk memberlakukan kurikulum antikorupsi di kota Surabaya. Sebagai gerakan yang fokus pada pendidikan antikorupsi, SPAK mendukung keputusan tersebut dan mengajukan usul untuk memulainya dari membentuk guru-guru dan Kepala Sekolah antikorupsi. Hal ini penting karena, seperti juga di dalam keluarga, anak-anak perlu role model antikorupsi di sekolah, sehingga mereka secara sadar berperilaku antikorupsi. Jika proses tidak mulai dari titik ini, kurikulum antikorupsi hanya akan menjadi bahan ajar belaka tanpa disertai terjadinya perubahan. Gerakan GPP diawali dengan pelatihan bagi 350 guru dan kepala sekolah tingkat SD dan SMP dengan tujuan membangun kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mencegah perilaku koruptif yang berkembang menjadi tindakan korupsi. Dengan memiliki kesadaran tersebut, para guru dan Kepala Sekolah dapat menghidupkan kurikulum antikorupsi dalam sikap sehari-hari dan menjadi contoh nyata pribadi antikorupsi bagi siswa. Para guru dan Kepala Sekolah dapat membangun ekosistem antikorupsi di sekolah, sehingga pendidikan antikorupsi menyatu dengan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah. Para guru dan Kepala Sekolah peserta gerakan GPP telah mencatat berbagai perubahan setelah mendapatkan pelatihan dari SPAK Indonesia bersama DAYA LIMA, salah satu perusahaan swasta yang ikut bekerja sama. Dari 350 peserta pelatihan, 98% tahu lebih banyak tentang korupsi, 40% lebih berhati-hati dalam bertindak, 67% menolak gratifikasi, 84% menjalankan nilai-nilai antikorupsi, 31% mendorong perubahan pihak lain. Beberapa perubahan pada siswa adalah meningkatnya kepatuhan pada tata tertib sekolah, berkurangnya anak-anak yang suka nyontek dan berhentinya kebiasaan memberi hadiah pada guru kelas saat ulang tahun dan Hari-hari Raya. Perubahan yang dilakukan para peserta gerakan GPP tersebut, menginspirasi SPAK Indonesia untuk meluaskan dukungan pada guru dan Kepala Sekolah dengan memberikan pendampingan untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam upaya membangun ekosistem sekolah yang antikorupsi. Program tersebut adalah “Sekolah Jujur, Sekolah Saya”. SEKOLAH JUJUR SEKOLAH SAYA – INISIATIF PEMBENTUKAN EKOSISTEM ANTIKORUPSI DI SEKOLAH Program Sekolah Jujur adalah upaya untuk mendampingi sekolah membangun ekosistem antikorupsi. Ini berarti berbagai aspek penyelenggaraan sekolah dilandasi nilai-nilai antikorupsi dan pelaksanaannya dimonitor serta dievaluasi oleh dewan/pimpinan yang berwewenang melakukannya. Beberapa kegiatan yang mendukung pelaksanaan program tersebut di antaranya  adalah : Penggunaan dana BOS/dana sekolah yang dikelola secara akuntabel dan dilaporkan secara transparan pada pemangku kepentingan.Adanya internalisasi 9 nilai antikorupsi dalam berbagai bentuk proses belajar-mengajarAda kode etik untuk para guru, kepala sekolah dan perangkat sekolah untuk tidak menerima hadiah dalam bentuk apapun dari siswa/wali murid, guru kelas tidak memberikan les tambahan pada murid kelasnya, keterbukaan guru dalam menjelaskan hasil belajar siswaAda kantin/kios jujur untuk siswa, guru dan perangkat sekolahAda ruang/lemari barang hilang (Lost and Found) bagi siswa dan guruApresiasi pada siswa dan guru atas kepatuhan terhadap 9 nilai antikorupsiKegiatan lain yang merupakan inisiatif sekolah dan disesuaikan dengan kondisi sekolah. Desain pembentukan Sekolah Jujur Sekolah Saya terdiri dari beberapa tahap : Foundational Activities Di tahap ini SPAK Indonesia melalui agen-agennya mengembangkan kesepakatan dengan sekolah-sekolah sasaran dan pemangku kepentingan. Dukungan pemerintah darah setempat juga merupakan suatu keuntungan untuk menjaga keberlanjutan  serta amplifikasi program Development Activities Tahap ini diisi adalah proses pengembangan kapasitas serta pemantauan implementasi. Kegiatan pertama aalah pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang korupsi dan perilaku antikorupsi serta ketrampilan menjadi fasilitator alat bantu SPAK berupa permainan. Setelah mengikuti pelatihan Kepala Sekolah dan Guru diberikan waktu selama 3 bulan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh. Implementasi ini dapat dilakukan bersama siswa di kelas ataupun di luar kelas (ekstra kurikuler), bersama keluarga di rumah atau  bersama kolega di sekolah dan di komunitas.Setelah 3 bulan, mereka dikumpulkan kembali untuk saling berbagi pengalaman dan cerita baik selama masa implementasi. Dalam pertemuan ini mereka akan menyusun rencana kegiatan untuk ditindaklanjuti. Pertemuan kembali ini sangat penting karena dapat membangun kembali semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Di masa implementasi selama 3 bulan ini pada umumnya muncul kesadaran untuk berubah. Kebiasaan-kebiasaan koruptif yang semula dianggap biasa, mulai ditinggalkan. Setelah pertemuan ini, dengan perilaku yang telah berubah Kepala Sekolah dan Guru mendorong realisasi rencana kegiatan yang telah mereka susun, baik secara individu maupun bersama-sama dengan kolega di satu sekolah. Beberapa peserta mendorong perubahan sistem di sekolahnya, misalnya transparansi anggaran, kode etik sekolah dan sebagainya. Seluruh perubahan yang merupakan outcome program ini didokumentasikan oleh SPAK Indonesia untuk menjadi catatan praktek baik. Sejak awal tahap developmental activities, sekolah-sekolah didampingi oleh beberapa agen SPAK setempat. Mereka menyelenggarakan diskusi dengan tiap-tiap pemanggu kepentingan untuk menjaring masukan kegiatan apa yang dirasa tepat untuk dilakukan di sekolah sebagai langkah awal program. Diskusi seperti ini sekaligus merupakan forum untuk menyatakan pendapat tentang hal-hal yang terjadi di sekolah. Selain itu, para agen SPAK juga memperkenalkan permainan SPAK sebagai alat bantu pendidikan antikorupsi dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bermain bersama. Para Agen SPAK juga secara berkala membantu sekolah dalam mewujudkan kegiatan-kegiatan yang dipilih serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Cerita-cerita perubahan kemudian diamplifikasi melalui media sosial, website atau forum-forum seminar dan diskusi. WILAYAH PEMBENTUKAN SEKOLAH JUJUR, SEKOLAH SAYA SPAK Indonesia menjalankan program ini melalui 2 dukungan dana: Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2) untuk wilaya target Aceh, Makassar, Gorontalo dan PaPua, dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk wilayah target Jakarta dan Makassar. MoU DENGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KANWIL KEMENAG SETEMPAT Agen-agen SPAK di Aceh, Makassar, dan Gorontalo berhasil melakukan advokasi pada Dinas Pendidikan (untuk SD Negeri) serta Kantor Wilayah Kementerian Agama (untuk Madrassah Negeri, sehingga terwujudlah MoU antara pemerintah daerah dengan SPAK Indonesia untuk penyelenggaraan program Sekolah Jujur, Sekolah Saya.  Kanwil Kemenag Jayapura sesungguhnya telah bersedia menandatangi MoU, namun karena Ketua Kanwil sedang dinas keluar kota sehingga tidak ditindaklanjuti. Adanya MoU ini membuat sekolah lebih bersemangat karena mendapat dukungan dari pemerintah daerah. INISIATIF-INISIATIF DALAM MEMBANGUN EKOSISTEM ANTIKORUPSI DI BERBAGAI DAERAH. Setelah pelatihan yang diberikan pada Kepala Sekolah dan Guru dan dihadiri juga oleh Komite dan Walimurid, mulailah sekolah memilih kegiatan awal untuk membangun Sekolah Jujur, Sekolah Saya Beberapa sekolah di beberapa daerah memiliki membangun Kantin Jujur. Beberapa yang lain memilih membangun lemari Barang Hilang dengan berbagai nama. Ada pula sekolah yang menambah inisiatif untuk menampilkan transparansi anggaran sekolah, yaitu memasang catatan penggunaan dana sekolah di depan kantor kepala sekolah sehingga dapat dibaca secara terbuka oleh siapa pun. Sekolah lain memilih untuk memberikan apresiasi pada siswa-siwanya berdasarkan kepatuhan mereka dalam menjalankan 9 nilai antikorupsi, dan sekolah memberikan sertifikat sebagai bentuk penghargaan. Yang cukup menantang adalah Kantin Jujur. Inisiatif ini termasuk sulit dilaksanakan karena membutuhkan pemantauan secara rutin dan ketat Semua inisiatif yang diselenggarakan sekolah-sekolah di 5 wilayah tersebut masih merupakan langkah awal untuk benar-benar membangun ekosistem yang antikorupsi. Namun apa yang dilakukan oleh sekolah-sekolah tersebut sungguh memberikan kebanggaan tentang bagaimana sekolah secara nyata melakukan implementasi nilai-nilai antikorupsi. Kenyataan ini juga memberikan harapan bahwa siswa-siswa akan melihat secara nyata bagaimana nilai-nilai antikorupsi diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari Tentu saja banyak tantangan yang dihadapi sekolah. Sebuah SD Negeri di Jakarta Selatan yang membangun Kantin Jujur,  seorang siswa tertangkap dari cctv sedang mengambil sejumlah uang dari kotak pembayaran yang diletakkan terbuka di kantin tersebut. Guru langsung memanggil siswa tersebut dan memberikan penjelasan tentang arti nilai kejujuran. Kantin Jujur telah menjadi sarana siswa dan guru untuk sama-sama belajar memahami dan mengaplikasikan nilai kejujuran. Program Sekolah Jujur, Sekolah Saya merupakan program yang menguntungkan kedua belah pihak, baik sekolah maupun agen SPAK. Bagi sekolah jelas ini merupakan upaya pendidikan karakter yang nyata lebih dari sekedar teks dalam buku. Sedangkan bagi Agen SPAK program ini layaknya pelatihan dalam melakukan advokasi pada pihak sekolah dan pemerintah daerah setempat.
Membangun Karakter Guru Memperkuat Karakter Bangsa Program Organisasi Penggerak SPAK Indonesia
Berita Event

Membangun Karakter Guru, Memperkuat Karakter Bangsa

SPAK Indonesia baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan Workshop Program Organisasi Penggerak yang bertajuk “Membangun Karakter Guru, Memperkuat Karakter Bangsa” dengan dukungan dari Kemendikbudristek. Kegiatan yang diikuti oleh 5 sekolah di area Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan dan 5 sekolah di area Kota Makassar berlangsung selama 3 hari di setiap minggunya. Selain memperkenalkan materi seputar tindakan korupsi dan nilai-nilai antikorupsi, para kepala sekolah dan guru dari tiap sekolah juga berkesempatan untuk memainkan langsung games SPAK, serta berlatih menjadi fasilitator game SPAK atau “nyepak” bersama dengan agen-agen SPAK Jakarta dan Makassar. Melalui workshop ini diharapkan Kepala sekolah dan Guru dapat memahami bahwa ranah korupsi bukan hanya mengenai keuangan negara, melainkan juga bingkisan-bingkisan yang secara tidak sadar menyandera objektifitas dan profesionalitas individu manapun, termasuk guru. Agenda lanjutan dari workshop ini adalah para Kepala sekolah dan guru dapat lebih menghidupi nilai-nilai anti korupsi, sehingga dapat memperkuat peradaban bangsa di masa depan. Nantinya, peserta workshop akan menjadi fasilitator ketika “nyepak” di lingkungan kelas maupun di komunitasnya masing-masing sambil mengedukasi nilai-nilai antikorupsi.
Devina SPAK Jakarta Sosialisasi Game Semai Majo Tangerang Read Aloud
Kisah Inspiratif

Dongeng dan Permainan SPAK Bantu Perkenalkan Nilai-nilai Integritas

Menggugah imajinasi melalui rangkaian kata dalam cerita, Devina Febrianti yang akrab disapa Vina kerap menghabiskan waktu senggangnya sebagai pendongeng di salah satu taman baca yang ia kelola. Lulusan S1 jurusan Hubungan Internasional Universitas Islam Nasional (UIN) Jakarta ini percaya bahwa mendongeng bisa menjadi media kreatif dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi, terutama bagi anak-anak. Tak disangka, perjumpaan Vina dengan SPAK Indonesia memperkenalkannya pada media kreatif lainnya yakni games SPAK. Perjumpaan pertama Vina dengan SPAK Indonesia terjadi pada tahun 2016 silam ketika ia bertugas sebagai bagian dari panitia kegiatan International Business Integrity Conference (IBIC) yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kala itu, Vina sempat mengunjungi salah satu booth dan berjumpa dengan salah seorang Agen SPAK yang mengajaknya memainkan papan permainan SEMAI (Sembilan Nilai Anti Korupsi) yang dikembangkan oleh gerakan SPAK.  Momen itulah yang menandai awal perjalanan Vina sebagai agen SPAK.  Hingga 2021, Vina mulai aktif bergerak bersama agen-agen SPAK Jakarta. Meskipun situasi pandemi membatasi mobilitas publik, hal itu tidak menyurutkan semangat Vina untuk terlibat aktif mensosialisasikan nilai-nilai antikorupsi. Salah satu kampanye yang Vina aktif garap pada masa pandemi adalah kampanye membaca nyaring bersama komunitas baca Tangerang Read Aloud. Tekadnya sudah bulat untuk melakukan sosialisasi nilai-nilai antikorupsi beriringan dengan kampanye yang ia lakukan. Devina kemudian mewujudkan sebuah inisiatif yakni sebelum sosialisasi dan bermain Semai, terlebih dahulu ia bercerita dengan buku yang mengangkat tema 9 nilai integritas, salah satunya menyentuh tema tanggung jawab. Antusiasme Vina dalam mengintegrasikan pengenalan nilai-nilai antikorupsi melalui permainan SPAK dalam pelatihan kepada pengurus taman baca di beberapa lokasi disambut baik. Banyak di antara rekan pengurus yang tidak menyangka bahwa substansi pendidikan nilai antikorupsi yang biasanya dijumpai di pendidikan formal dapat disulap ke dalam bentuk permainan yang menyenangkan.  Seorang pengelola Madrassah yang Vina ajak untuk ikut pelatihan bermain Semai bahkan langsung memperkenalkan permainan tersebut kepada anak-anak didiknya. Beliau bercerita bahwa ada diskusi panjang saat seorang anak bertanya, “Kak, aku suka terbalik membedakan antara disiplin sama tanggung jawab karena dari tadi aku jawab salah,” yang kemudian menimbulkan diskusi kecil tetapi tetap mengasyikkan. Permainan ini memperkenalkan konsep perilaku koruptif dari perilaku sehari-hari sehingga terasa begitu dekat, sehingga anak-anak didik yang sudah pernah bermain Semai kini bisa mengidentifikasi bahwa perilaku mencontek maupun terlambat masuk kelas bertentangan dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Beliau juga bercerita bahwa bukan anak-anak didiknya saja yang dapat pelajaran baru tetapi pengelolanya juga. “Beruntung sekali saya dipercaya bisa menggunakan board game ini” ucap salah satu pengajar.  Bagi Vina, perjalanan 5 tahun menjadi agen SPAK merupakan hal yang sangat membahagiakan. Banyak kejadian seru saat bisa berdialog dengan banyak orang bahkan ketika ada yang merasakan manfaat setelah bermain menyentuh hati dan memunculkan rasa haru. Secara pribadi, ia merasa beruntung bisa dipertemukan dengan SPAK karena dengan aktif di berbagi komunitas menjadikannya lebih bisa mengontrol diri terlebih saat dihadapkan oleh situasi yang tidak sesuai dengan hati nurani. “Aku juga menjadi lebih percaya diri karena hal baik yang kita lakukan akan berdampak untuk sekitar,” tuturnya. “Semoga semakin banyak anak muda yang terinspirasi dan tergerak untuk giat melakukan aktivitas antikorupsi karena gerakan hanya perlu dimulai dari diri sendiri dan terus berperilaku baik untuk masyarakat,” pesan Vina. Lanjutnya, ia percaya bahwa langkah yang besar selalu dimulai dengan langkah kecil, lakukan dengan hati maka gerakan ini akan terus bisa aktif. “Gerakan perubahan yang tak bisa dilakukan sendirian, lakukan bersama serta sinergi dengan siapa saja dan dampaknya untuk kita semua,” pungkas Vina.
Agen SPAK Gresik SMPN 3 Gresik Pelatihan Nilai Antikorupsi
Kisah Inspiratif

Pelatihan Nilai-nilai Antikorupsi di SMPN 3 Gresik: Mengawali Perubahan melalui Kesadaran akan Tindakan Koruptif

Siapa sangka niat sederhana mengajak sekelompok kecil rekan-rekan tenaga pendidik yang terjadwal Work from Office (WFO) untuk berkenalan dengan media kreatif penanaman nilai-nilai antikorupsi disambut antusias luar biasa oleh pihak sekolah?  “Saya tuh maunya sederhana ngajak teman-teman, ayo main bersama, nanti tak foto seperti itu,” ungkap guru SMPN 3 Gresik Tyas Hargyantiningsih yang kemudian diminta oleh kepala sekolah untuk menyelenggarakan pelatihan 9 nilai antikorupsi dan permainan SPAK kepada seluruh jajaran tenaga pendidik di sekolah pada Rabu, 25 Agustus 2021. Aktif sebagai agen SPAK Gresik, guru yang akrab disapa Tyas ini paham betul pentingnya pendidikan nilai-nilai antikorupsi khususnya dalam pembentukkan moral anak didiknya. Yang menarik, pemaparan nilai-nilai antikorupsi tidak hanya mengingatkan jajaran tenaga pendidik SMPN 3 Gresik bagaimana perilaku di kalangan siswa seperti mencontek atau menitip absen termasuk pada tindakan koruptif, namun juga pada keseharian dan interaksi antar tenaga pendidik.    Salah satu materi video menggelitik moral tenaga pendidik ketika memperlihatkan perilaku koruptif yakni menyembunyikan bingkisan yang dibagikan dalam suatu kegiatan agar tidak kehabisan. “Waduh, aku sekali itu,” ungkap beberapa rekan tenaga pendidikan kala mengingat kebiasaan yang mungkin terdengar sepele, yakni cepat-cepat membungkus lauk ketika ada tumpengan di sekolah untuk dibawa pulang sehingga ada beberapa guru yang tidak mendapat bagian. Melalui kacamata nilai-nilai antikorupsi, perilaku tersebut mengandung nilai ketidakadilan dan bertentangan dengan nilai kesederhanaan. Menanggapi kegiatan pelatihan nilai-nilai antikorupsi ini, Kepala SMPN 3 Gresik Sulistyorini berpesan agar jajaran tenaga pendidik mampu memaknai perilaku koruptif dan dapat mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi melalui mata pelajaran kepada peserta didik. Para tenaga pendidik pun menyambut antusias pendekatan pendidikan nilai-nilai antikorupsi melalui permainan SPAK yang dirasa mengasyikkan dan menarik untuk peserta didik. Ketika persepsi tindakan koruptif bergeser menjadi semakin dekat dalam konteks kehidupan profesional dan sehari-hari, kesadaran akan perlunya  komitmen dalam memaknai nilai-nilai antikorupsi pun mulai tumbuh. Hal inilah yang Tyas amati mulai muncul pada rekan-rekan tenaga pendidik yang enggan mengambil beberapa atribut SPAK yang tersedia di kegiatan pelatihan. Beberapa rekan merasa belum mampu untuk berkomitmen penuh dalam memikul tanggung jawab untuk sungguh-sungguh memaknai dan mencerminkan nilai-nilai antikorupsi. Namun, mereka mengungkapkan tekad untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil.  “Mungkin perubahannya tidak langsung 180 derajat, tapi namanya juga berproses jadi pelan-pelan pun tidak apa-apa,” ujar Tyas.
Peluncuran IntegrityTalk.id Forum Komunitas Pemuda Indonesia Antikorupsi – SPAK Indonesia AIPJ 2
Berita

Ajak Pemuda Bicara Integritas, IntegrityTalk.id Hadir sebagai Forum Kolaborasi Komunitas Muda Antikorupsi

Bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 pada hari Selasa, 17 Agustus 2021, IntegrityTalk.id resmi meluncur dengan menggandeng SPAK Muda, Kosmik UI, GeRAK Aceh, SAKSI Gorontalo, Leaders Institute, SAKA Aceh, LSKP, dan Tapele sebagai kolaborator.  Gerakan IntegrityTalk.id mewadahi anak-anak muda yang ingin berperan dalam pemberantasan korupsi dengan berlandaskan pada kesadaran akan pentingnya nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesadaran ini mereka dapat melakukan perubahan dimulai dari diri sendiri, dan selanjutnya pada lingkungan yang lebih luas. Desain gerakan ini sama dengan gerakan SPAK dan diharapkan dapat mencatat berbagai perubahan  yang berkelanjutan, seperti yang telah dilakukan juga oleh banyak Agen SPAK di Indonesia. Gerakan IntegrityTalk.id diinisiasi oleh SPAK Indonesia dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ 2). Diluncurkan bersama sebuah webinar dengan tema “Anti-corruption is the New Blood Type”, IntegrityTalk.id diharapkan menjadi wadah bagi agen-agen perubahan muda yang menginternalisasi nilai antikorupsi sebagaimana darah mengalir dalam tubuh, seperti diungkapkan Direktur SPAK Indonesia Maria Kresentia dalam sambutan yang disampaikan. Team Leader AIPJ 2 Craig Ewers menyampaikan pesan senada, bahwa sekarang adalah waktunya anak muda untuk beraksi, menginisiasi kolaborasi aksi-aksi sosial dan menggunakan sumber daya yang tersedia, terutama melalui dukungan program-program AIPJ 2. Dalam paparannya sebagai salah satu narasumber, Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengungkapkan dukungannya kepada generasi muda, khususnya komunitas muda yang tergabung dalam IntegrityTalk.id.  Ia berpesan agar pemuda secara aktif mengambil kesempatan berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk pemerintah provinsi Jawa Barat, dalam menyelenggarakan gerakan-gerakan sosial di daerah.  Ridwan Kamil juga berpesan, kejengkelan akibat hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan harapan, sebaiknya disalurkan menjadi energi untuk melakukan perbaikan dan perubahan.  Anak muda perlu memastikan bahwa Indonesia masa depan tidak lagi dikotori korupsi. Untuk itu, mereka perlu membangun kolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan kepastian. Melalui IntegrityTalk.id kesempatan kolaborasi itu terbuka untuk anak-anak muda yang ingin mendapat solusi  yang kreatif, inklusif, terbuka, dan berintegritas untuk mengalirkan “darah” baru yang bersih dari korupsi demi masa depan yang lebih baik. Jangan lewatkan kegiatan-kegiatan seru IntegrityTalk.Id dan mulai bergabung dengan komunitas-komunitas muda antikorupsi lainnya dengan mengunjungi website: integritytalk.id atau kanal media sosial IntegrityTalk.id di FB, IG, TikTok dan YouTube. Mulai dengan #BicaraIntegritas. (25/08/2021)