Demokreasi Perempuan Agen Perubahan KHub Webinar Vol 1
Berita Event

Demokreasi: Perempuan Agen Perubahan

Tidak sebatas sebuah bentuk sistem pemerintahan, tetapi juga sebagai sebuah konsep, demokrasi mengedepankan keterlibatan atau partisipasi aktif rakyat dalam proses membuat dan memutuskan kebijakan. Pendekatan secara inklusif perlu dihadirkan untuk menjamin keterwakilan suara rakyat secara adil dan setara. Agar tercipta pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Selain dapat memberikan perspektif baru dan perubahan di dalam setiap sektor pemerintahan. Hal inilah yang agen-agen SPAK coba hadirkan melalui berbagai inisiatif kegiatan dan program yang menanamkan nilai antikorupsi, baik di komunitas masing-masing maupun di ranah profesi.  Sepotong cerita perubahan datang dari sisi Indonesia bagian tengah. Tergabung dalam sektor pemerintahan, Andi Wahyuli dipercaya menjabat sebagai Kepala Desa (KaDes) Malari, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Walaupun kini beliau mengemban amanat sebagai pejabat publik, Andi bangga menyandang status agen SPAK. Ia bertekad mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi yang telah didapatkan melalui pelatihan bersama agen-agen SPAK Sulsel lainnya ke dalam aktivitas dan tanggung jawabnya memimpin Desa Malari. Dalam pelaksanaan program-program pembangunan desa dan pemberdayaan perempuan di Desa Malari, Andi memandang pentingnya transparansi dan akuntabilitas untuk membangun kepercayaan publik untuk meningkatkan empati dan partisipasi masyarakat dalam implementasi kegiatan. Oleh karena itu, Andi kemudian menginisiasi suatu program Desa Jujur dengan membiasakan untuk memajang dana desa di depan kantor Kepala Desa sebagai bentuk transparansi kepada warga.  Tak berhenti sampai di situ, Andi memperluas cakupan program yang mengintegrasi nilai-nilai integritas dengan menyentuh isu perkawinan anak yang masih marak terjadi di Desa Malari. Andi lalu menghadirkan inisiatif baru yakni pemberian denda kepada warga yang melakukan perkawinan anak dan termasuk di dalamnya tindakan korupsi melalui Peraturan Desa.  Gaung dampak dari upaya-upaya Andi dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui kebijakan yang transparan dan akuntabel terdengar jauh hingga istana. Sikap integritasnya membawa Andi Wahyuli bersama Kepala Desa terpilih lainnya di Indonesia untuk menerima penghargaan Presiden. Kini di sela-sela kesibukannya sebagai KaDes, Andi kerap diundang sebagai narasumber dalam kegiatan regional dan nasional untuk membagikan pengalamannya mengelola desa dan menciptakan kebijakan yang transparan dan akuntabel. Cerita lainnya datagn dari Kepala Desa Kalepu, Kab. Mamuju, Sulawesi Barat bersama perempuan yang akrab disapa dengan Upe atau Indo Upe. Ia menjadi kepala desa perempuan pertama di Desa Kalepu yang bersemangat untuk menjalankan program-program tentang perempuan dan anak. Setelah dilantik menjadi KaDes, Indo Upe melakukan langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan desanya seperti sarana transportasi yang jauh dari berbagai layanan publik bagi warganya. Dilansir dari halopacitan.com, Indo Upe mengatakan, “Saya langsung menyediakan mobil ambulans, karena akses layanan kesehatan sangat jauh. Harus melalui Kab. Mamuju Tengah untuk sampai ke puskesmas.” Indo Upe sangat menunjukkan keberpihakannya kepada perempuan dan anak serta memastikan kelompok rentan untuk dapat turut andil dalam perencanaan untuk anggaran desa. Seharusnya, memang tidak ada hambatan untuk siapapun saat ingin berpartisipasi dalam sistem pemerintahan yang demokratis. Hal tersebut ditunjukkan dari sikap tegas pejabat publik dari kalangan transpuan pertama di Indonesia, Mayora Victoria. Ia telah merancang sejumlah kebijakan untuk pemberdayaan kelompok marjinal di Desa Habi, Kab. Sikka, Nusa Tenggara Timur. Setelah terpilih menjadi bagian dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Mayora Victoria langsung bertindak cepat untuk memberikan dana bantuan kepada 105 keluarga di desanya yang terdampak pandemi. Ia mengelolanya secara transparan melalui buku daftar terobosan kebijakan.   Cerita-cerita perubahan yang diciptakan Agen SPAK pun tidak hanya menjadi rekam jejak untuk Gerakan SPAK itu sendiri, melainkan juga mengonfirmasi bahwa perempuan bisa memiliki peran dalam pemberantasan korupsi melalui kontribusinya dalam posisi kepemimpinan pada sektor administrasi publik. Begitu juga dengan lapisan peran perempuan di ranah sosial yang sama sekali tidak dapat dijadikan suatu alasan untuk meninggalkan peran serta suaranya dalam sistem pemerintahan.  Sebagai upaya untuk memperluas dan memperkuat gerakan antikorupsi, SPAK, KPK, dan AIPJ2 (program Kemitraan Indonesia Australia untuk penegakan hukum dan keadilan) memandang pentingnya membicarakan inklusivitas di dalam gerakan antikorupsi melalui berbagai platform. KHub menjadi salah satu fasilitas dari AIPJ2 yang dimaksimalkan oleh SPAK Indonesia bekerjasama dengan KPK untuk mengonsolidasikan semangat antikorupsi. Ikuti diskusinya di Webinar KHub Vol. 1 Demokreasi: Perempuan Agen Perubahan pada hari Selasa, 5 Oktober 2021 pukul 14.00 WIB/15.00 WITA/16.00 WIT langsung dari Zoom dan YouTube SPAK Indonesia. Daftarkan dirimu sekarang melalui tautan berikut ini: bit.ly/DaftarWebinarKHubVol1. Referensi: https://halopacitan.com/read/kisah-kepala-desa-perempuan-wujudkan-desa-ramah-perempuan-dan-peduli-anak https://regional.kompas.com/read/2020/08/04/13010031/saat-transpuan-menjadi-pejabat-publik-di-sikka-bunda-mayora–berkatilah?page=all
Peluncuran IntegrityTalk.id Forum Komunitas Pemuda Indonesia Antikorupsi – SPAK Indonesia AIPJ 2
Berita

Ajak Pemuda Bicara Integritas, IntegrityTalk.id Hadir sebagai Forum Kolaborasi Komunitas Muda Antikorupsi

Bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 pada hari Selasa, 17 Agustus 2021, IntegrityTalk.id resmi meluncur dengan menggandeng SPAK Muda, Kosmik UI, GeRAK Aceh, SAKSI Gorontalo, Leaders Institute, SAKA Aceh, LSKP, dan Tapele sebagai kolaborator.  Gerakan IntegrityTalk.id mewadahi anak-anak muda yang ingin berperan dalam pemberantasan korupsi dengan berlandaskan pada kesadaran akan pentingnya nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesadaran ini mereka dapat melakukan perubahan dimulai dari diri sendiri, dan selanjutnya pada lingkungan yang lebih luas. Desain gerakan ini sama dengan gerakan SPAK dan diharapkan dapat mencatat berbagai perubahan  yang berkelanjutan, seperti yang telah dilakukan juga oleh banyak Agen SPAK di Indonesia. Gerakan IntegrityTalk.id diinisiasi oleh SPAK Indonesia dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ 2). Diluncurkan bersama sebuah webinar dengan tema “Anti-corruption is the New Blood Type”, IntegrityTalk.id diharapkan menjadi wadah bagi agen-agen perubahan muda yang menginternalisasi nilai antikorupsi sebagaimana darah mengalir dalam tubuh, seperti diungkapkan Direktur SPAK Indonesia Maria Kresentia dalam sambutan yang disampaikan. Team Leader AIPJ 2 Craig Ewers menyampaikan pesan senada, bahwa sekarang adalah waktunya anak muda untuk beraksi, menginisiasi kolaborasi aksi-aksi sosial dan menggunakan sumber daya yang tersedia, terutama melalui dukungan program-program AIPJ 2. Dalam paparannya sebagai salah satu narasumber, Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengungkapkan dukungannya kepada generasi muda, khususnya komunitas muda yang tergabung dalam IntegrityTalk.id.  Ia berpesan agar pemuda secara aktif mengambil kesempatan berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk pemerintah provinsi Jawa Barat, dalam menyelenggarakan gerakan-gerakan sosial di daerah.  Ridwan Kamil juga berpesan, kejengkelan akibat hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan harapan, sebaiknya disalurkan menjadi energi untuk melakukan perbaikan dan perubahan.  Anak muda perlu memastikan bahwa Indonesia masa depan tidak lagi dikotori korupsi. Untuk itu, mereka perlu membangun kolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan kepastian. Melalui IntegrityTalk.id kesempatan kolaborasi itu terbuka untuk anak-anak muda yang ingin mendapat solusi  yang kreatif, inklusif, terbuka, dan berintegritas untuk mengalirkan “darah” baru yang bersih dari korupsi demi masa depan yang lebih baik. Jangan lewatkan kegiatan-kegiatan seru IntegrityTalk.Id dan mulai bergabung dengan komunitas-komunitas muda antikorupsi lainnya dengan mengunjungi website: integritytalk.id atau kanal media sosial IntegrityTalk.id di FB, IG, TikTok dan YouTube. Mulai dengan #BicaraIntegritas. (25/08/2021)
Berita

GURU PEMBANGUN PERADABAN – Kolaborasi untuk wujudkan generasi antikorupsi

Tanggal 5 Desember 2019 adalah sebuah hari yang pantas dicatat sebagai momen penting, karena merupakan hari diluncurkannya program Guru Pembangun Peradaban, karya kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya, SPAK Indonesia dan pihak swasta: PT DayaLima, PT Paragon Technology & Innovation, PT Semen Indonesia, Bank Mandiri. Kolaborasi ini merespon rencana Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini, untuk menjalankan kurikulum antikorupsi sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk SD dan SMP di kota Surabaya. Pendidikan karakter ini juga merupakan hal yang ditekankan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam salah satu pidatonya setelah dilantik. Untuk menghasilkan siswa berkarakter kuat yang antikorupsi, peran guru lebih dari pengajar yang mengajar berdasarkan kurikulum yang ada, namun juga harus menjadi pendidik yang memberi contoh bagi siswanya. Karena itu, dalam program ini akan diadakan pelatihan bagi 1.000 guru yang memberikan pemahaman mengenai perilaku antikorupsi dan mendorong kesadaran untuk berubah serta menunjukkannya dalam sikap sehari-hari. Pelatihan akan dibagi menjadi 20 angkatan yang masing-masing diikuti oleh 50 guru. Dalam pelatihan selama 4 hari tersebut para guru akan diberikan pemahaman tentang delik korupsi, penyadaran tentang perilaku koruptif dalam keseharian, Kolaborasi ini merupakan wujud dari visi bersama yaitu membangun generasi antikorupsi penerus bangsa. Dimulai dari Surabaya dan diharapkan dapat dilakukan juga di daerah-daerah lain di Indonesia dengan menggandeng semakin banyak pihak untuk terlibat. Semakin banyak pihak bergandeng tangan dalam program ini, semakin besar optimisme kita akan lahirnya generasi penerus bangsa yang berkarakter antikorupsi yang kuat dan siap membangun Indonesia yang bebas dari korupsi.
Berita

KELAS KOLABORASI SPAK DALAM TEMU PENDIDIK NUSANTARA 2019

Temu Pendidik Nusantara 2019 berlangsung meriah. Agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh para pendidik. Tahun ini diselenggarakan di Sekolah Cikal, Jakarta dan dihadiri oleh pendidik dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bertemu untuk berbagi informasi praktik baik, mengembangkan kompetensi, dan membangun kolaborasi. SPAK ikut berpartisipasi dalam kelas kolaborasi yang berlangsung selama 1 jam. Kegiatan ini dihadiri guru dan relawan yang berasal dari berbagai daerah, seperti Klaten, Blora, Banjarnegara, Kudus, Magelang, Semarang, Solo, Tuban, Malang, Surabaya, Sukabumi, Lampung, NTB, Gowa, Pinrang, dan Makassar. Kelas kolaborasi difasilitasi oleh Dini Andrini, SPAK Indonesia dan Rita Sinring, Agen SPAK Jakarta. Diawali pemaparan singkat tentang SPAK dan dilanjutkan dengan simulasi games dalam menyebarkan nilai-nilai anti korupsi. Peserta begitu antusias mengikuti kelas ini. Vitriya, sapaan akrab salah satu guru dari Klaten, ternyata begitu lama menantikan kelas ini. “Jujur, materi dari SPAK adalah materi utama yang saya tunggu dan menjadi semangat saya berpetualang dari Klaten menuju Jakarta. Saya bersyukur, walaupun waktu penyampaian singkat namun materi tetap kece ditambah lagi dipandu oleh mbak Dini dan mbak Rita yang begitu ramah dan luwes. Saya makin memiliki informasi banyak terkait tentang penanaman karakter nilai baik”. Yang menambah keseruan kelas ini, Erni, guru dari Makassar, mengungkapkan keinginannya untuk segera bergerak dan mendapatkan games SPAK, “Materi SPAK sangat dibutuhkan di kalangan pelajar, karena banyak sekali miskonsepsi yang sering terjadi dalam lingkungan pelajar dan masyarakat. Kadang sulit membedakan yang mana korupsi, gratifikasi ataupun hadiah. Sepanjang materi ini berlangsung, saya sangat antusias mengikuti karena saya berharap bisa bergabung dan turut andil dalam komunitas ini, begitu katanya, dengan wajah penuh semangat. Semangat perubahan, mampu menembus ruang dan waktu …
Berita

Tidak ada hambatan bagi Agen SPAK Disabilitas untuk menjadi Agen Perubahan

Dwi Rahayu adalah seorang Agen SPAK tuli dari Yogyakarta. Sejak ikut pelatihan SPAK untuk disabilitas tahun 2017, Dwi selalu membawa permainan SPAK dan mengajak rekan-rekan tuli lain untuk belajar nilai-nilai antikorupsi sambil bermain setiap kali ada kesempatan. Dwi terlibat aktif saat SPAK menyusun permainan dalam bentuk komik khusus bagi orang-orang tuli. Namun ternyata Dwi tetap dapat memandu permainan bersama rekan-rekan tuli walaupun tidak menggunakan permainan khusus untuk mereka. Dalam setiap pertemuan bersama rekan-rekan tuli lainnya, Dwi selalu mencari kesempatan untuk membuka permainan dan langsung mengajak semua yang hadir bermain sambil belajar, seperti pada hari Minggu 20 Oktober 2019 di Car Free Day Jalan Jendral Sudirman, Yogyakarta, dalam kegiatan Pengurangan Resiko Bencana. Ia kerap mengeluh, betapa banyak rekan-rekannya yang tidak sadar bahwa mereka setiap hari melakukan perilaku koruptif. Tapi Dwi tidak pernah putus asa, ia yakin bahwa sekecil apa pun upaya yang ia lakukan, suatu hari pasti akan memberikan sumbangsih bagi terciptanya Indonesia yang bebas dari korupsi. #antikorupsiuntuksemua
Berita Event

Sosialisasi SPAK DWP PUPR di beberapa Daerah

SPAK Indonesia menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi untuk anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di seluruh Wilayah Kerja yang diadakan secara beruntun di Kota Jakarta, Makasar, Medan, Surabaya dan Balikpapan. Kegiatan ini ditujukan terutama untuk para istri Kepala Balai, Kepala Satuan Kerja dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) perempuan di setiap daerah. Kegiatan ini diisi paparan dari Bpk Gandjar Laksmana Bonaprata, SH yang membuka wawasan para peserta dengan materi Delik-Delik Korupsi, sosialisasi SPAK beserta alat bantu permainan serta arahan dari Ibu Kartika Basuki . Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta memiliki pengetahuan yang memadai tentang perilaku Koruptif dan mampu untuk menunjukkan sikap serta perilaku Antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Berita

AGEN SPAK SURABAYA MENGGABUNGKAN SPAK DAN PELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

Hari ini (08 Okt ’19) kuliah Pengembangan Kepribadian yang diberikan Ibu Magda Hadipoero pada para mahasiswa Lembaga Pendidikan Pelatihan Penerbangan Indonesia (LPPPI) di Nginden Intan, Surabaya, agak berbeda dari biasa. Kali ini Agen SPAK Surabaya ini menggabungkan bahan kuliahnya dengan nilai-nilai antikorupsi, suatu upaya yang tepat dalam membentuk kepribadian yang berintegritas pada anak-anak muda ini. Dengan memahami nilai-nilai antikorupsi, diharapkan anak-anak pemilik masa depan Indonesia ini memiliki kepribadian yang berintegritas saat mereka memegang jabatan penting nantinya. Belajar sambil bermain sangat menyenangkan bagi anak-anak muda ini. Mereka belajar banyak hal tentang perilaku koruptif dalam keseharian mereka, tanpa merasa digurui. Selama 2 jam bermain mereka tidak merasa sedang belajar banyak hal-hal baru. Bahkan setelah selesai jam pelajaran, mereka masih ingin terus bermain ke rumah Ibu Magda. Selain menggabungkan nilai-nilai antikorupsi dengan pelajaran Pengembangan Kepribadian, Ibu Magda juga pernah menggabungkannya dengan pelajaran Pelayanan Publik (Service Excellence) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Baru, Banjarmasin. Upaya yang sangat tepat untuk menghasilkan para pelayan publik yang transparan dan akuntabel. Semangat dan kreativitas Ibu Magda menimbulkan harapan bahwa Indonesia pasti bisa bebas dari korupsi.
Berita

Jatuh Bangun Cegah Korupsi di Sektor Kelapa Sawit

Jakarta, 18 Juli 2019 Industri Kelapa Sawit di Indonesia adalah industri yang menjanjikan peningkatan devisa negara, selain itu, industri kelapa sawit juga merupakan industri makro yang mendorong pengentasan kemiskinan di Indonesia. Tidak dapat dibantah, industri kelapa sawit menyerap tenaga kerja yang banyak untuk terlibat dalam industri tersebut. Selain itu, Industri kelapa sawit juga mendorong pembangunan di daerah-daerah dimana jauh dari pusat kota bahkan Ibukota. Dalam menjalankan industri tersebut, beberapa ketentuan ditetapkan agar industri kelapa sawit dapat menjalankan bisnisnya secara kompetitif dengan industri kelapa sawit lainnya baik di nasional dan internasional. Berbicara soal kompetitif bisnis, salah satu syarat agar industri kelapa sawit dapat kompetitif adalah bagaimana penerapan pencegahan korupsi dalam dunia usaha. Fakta lapangan menunjukan bahwa potensi korupsi di Industri kelapa sawit memang terjadi ketika menjalankan usaha mulai dari hulu ke hilir. Selain itu, catatan Studi Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2016 juga mengendus adanya area potensi korupsi di sektor Industri Kelapa Sawit yang perlu menjadi perhatian utama agar bisa dicegah sebelum merugikan perusahaan dan negara. Berdasarkan permasalahan diatas SPAK Indonesia bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) dan Center International Private Enterprise (CIPE) mengadakan pelatihan cegah korupsi di sektor industri kelapa sawit pada tanggal 13-14 Juni 2019 di Hotel Maxone, Palembang. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku bisnis serta membangun komitmen pelaku bisnis untuk mencegah korupsi. Dalam dua hari pelatihan, peserta diajarkan terkait delik-delik korupsi beserta kejahatan korporasi terkait korupsi, selain itu peserta juga diberikan pengetahuan terkait penyampaian pengaduan potensi korupsi melalui Komisi Advokasi Daerah (KAD) untuk nantinnya dapat bersama-sama dilahirkan suatu rencana aksi pencegahan korupsi berbasis masalah lapangan yang dihadapi. Diakhir dari pelatihan tersebut, peserta diajak untuk bersama-sama membangun komitmen dan membangun rencana aksi yang mudah dilakukan untuk mencegah korupsi. Diharapkan dengan komitmen dan rencana aksi yang simple dan mudah tersebut dapat dijalankan dan dapat melahirkan perubahan yang signifikan untuk mencegah korupsi di Industri Kelapa Sawit di Palembang.
Berita

Ummat Gereja St.Albertus, Bekasi, Ikuti Seminar “Membangun Budaya Antikorupsi Berawal dari Keluarga” oleh SPAK Indonesia.

Hari Minggu tanggal 14 Juli 2019 lalu, ada kegiatan berbeda selepas ibadah hari Minggu di gereja Santo Albertus Bekasi. Sekitar 60 orang berkumpul di salah satu aula gereja untuk mengikuti seminar bertajuk “Membangun Budaya Antikorupsi Berawal dari Keluarga” yang dibawakan oleh tim SPAK Indonesia. Seminar ini digagas oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) unit Santo Albertus, Bekasi. Di awal seminar, peserta memberi jawaban beragam terhadap pertanyaan “Apa itu korupsi?”. “Mengambil yang bukan hak kita”, “Berbuat tidak adil”, “Mengambil lebih dari yang seharusnya” dsb. Jawaban-jawaban ini mencerminkan betapa sesungguhnya peserta sudah paham beberapa pemahaman tentang korupsi. Seperti juga sebagian besar orang, pemahaman itu belum tentu sejalan dengan perilaku sehari-hari. Penjelasan tentang prinsip yang selalu diajarkan oleh Gerakan SPAK – biasakan yang benar, buka membenarkan yang biasa- kemudian menyadarkan orang bahwa dalam keseharian kita terbiasa melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak benar. Sebagai contoh adalah membayar petugas saat mengurus KTP atau memberi hadiah pada guru. Berbagai alasan dikemukakan sebagai pembenaran atas kebiasaan tersebut. “Uang lelah”, “Tanda terima kasih” dan berbagai macam alasan lain. Peserta seminar baru menyadari bahwa bentuk-bentuk gratifikasi seperti itu menimbulkan dampak negatif, karena menimbulkan ketidakadilan. Begitu biasanya pemberian hadiah pada guru, sampai kita tidak pernah berpikir hal itu sesungguhnya dapat membelenggu independensi guru untuk bersikap adil pada semua siswa. Seperti juga di seminar-seminar SPAK yang lain, di seminar di gereja Santo Albertus pun pembahasan seputar gratifikasi pada guru menjadi hal yang paling menarik perhatian. Apa salahnya kalau hadiah diberikan dengan rasa ikhlas sebagai tanda menghargai jerih payah guru mengajar anak kita? Boleh dong kita memberi hadiah kalau anak sudah lulus sekolah? Pertanyaan seperti ini banyak muncul di kalangan peserta. Tetapi pada akhirnya para peserta memahami apa arti gratifikasi dan apa dampak negatifnya. Seminar diakhiri dengan permainan SPAK yang dipandu oleh agen Jakarta dan agen Aceh yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Melalui permainan ini para peserta semakin paham bentuk-bentuk korupsi dan perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari. Tim SPAK Indonesia pulang dengan rasa bahagia karena telah diberi kesempatan mengajak lebih banyak lagi orang untuk bersikap antikorupsi. Mudah-mudahan peserta seminar pun merasakan hal yang sama dan terinspirasi untuk menyebarkan terus nilai-nilai antikorupsi pada keluarga dan ummat yang lain.
Berita

Pencanangan wilayah bebas korupsi dan wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Pengadilan Agama Lamongan, Wujud komitmen Agen SPAK dalam mencegah korupsi

Bagi Ibu Dr. Hj.Harijah Damis, M.H. , Ketua Pengadilan Agama Lamongan, Jawa Timur, yang juga Agen SPAK, tidak ada kata berhenti dalam memberantas korupsi. Di tahun 2018, Ibu Harijah memberlakukan sistem antrian elektronik untuk mencegah terbukanya kesempatan bagi para calo perkara dan membereskan sistem parkir yang juga dimanfaatkan untuk pungli. Pada tanggal 20 Februari 2019 lalu, Ibu Harijah menunjukkan komitmennya dalam pencegahan korupsi melalui deklarasi Zona Integritas dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat. Pencanangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan wujud layanan prima pada masyarakat pencari keadilan. Pencanangan deklarasi ini dihadiri Bupati Lamongan, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Ketua Pengadilan Agama Surabaya, Ketua DPRD lamongan, Kepala Kancab BRI, Kepala PT POS Lamongan, Jajaran Perkopimda, beberapa OKPD dan beberapa pihak lain. Selain itu, Pengadilan Agama Lamongan bahkan telah memberi perhatian pada para penyandang disabilitas dengan memberi ruang parkir khusus, ruang laktasi bagi para Ibu yang harus menyusui bayi. Ibu Harijah yang ikut pelatihan Agen SPAK pada tahun 2016 adalah seorang perempuan yang memilih bersikap antikorupsi sejak ia belum menjadi Ketua Pengadilan Agama. Mengikuti pelatihan sebagai Agen SPAK semakin memperkuat keyakinannya bahwa korupsi harus diberantas dengan memulai dari diri sendiri, keluarga kemudian lingkungan pekerjaan dan masyarakat. Dengan semua upaya yang dilakukannya tersebut, contoh yang diberikannya sebagai pimpinan dapat memacu seluruh aparat Pengadilan Agama Lamongan dalam  memberikan pelayanan optimal serta tidak melakukan kegiatan koruptif. Beliau berharap kedepannya para pegawai dapat menyebarkan perilaku anti koruptif ini kepada pengadilan lainnya dan semoga bisa menjadi contoh yang baik pula. Apa yang dilakukan Ibu Harijah sekali lagi membuktikan, bahwa perempuan punya kekuatan dalam menginspirasi perubahan. Dengan bergerak bersama perempuan dapat mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi bagi generasi mendatang.