Kisah Inspiratif

“Transformasi Kepemimpinan: Perjalanan A. Wahyuli, Kepala Desa Mallari, bersama SPAK”

A. Wahyuli, S.Pd., kepala Desa Mallari di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi sosok inspiratif dalam menghadapi tantangan pemerintahan dan membangun kesadaran anti-korupsi di desanya. Dengan populasi sekitar 2.950 jiwa dan sumber mata pencaharian utama dari pertanian, peternakan, perikanan, dan budidaya rumput laut, Desa Mallari memiliki kekayaan potensial yang harus dikelola dengan bijak.  Sejak awal memimpin Desa Mallari ia fokus pada pengembangan masyarakat dan pemberdayaan perempuan. Salah satu langkah nyata yang diambilnya adalah mendukung gerakan SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) di desanya sejak akhir tahun 2017. Mengikuti Training Of Trainer (TOT) SPAK pada tahun ini, Wahyuli dan kader Desa Jujur serta Agen SPAK mengalami transformasi besar.  Melalui TOT, Wahyuli dan kader Desa Jujur mendapatkan pemahaman mendalam tentang perilaku koruptif yang sebelumnya dianggap biasa. Mereka dibekali  dengan alat edukasi seperti games SEMAI dan Majo, yang menjadi instrumen efektif dalam menanamkan nilai-nilai anti-korupsi.  Langkah-langkah strategis yang ia lakukan sebagai agen SPAK tampak nyata dalam perubahan Desa Mallari. Pertama, ia membentuk kader Desa Jujur dan Agen SPAK yang memiliki peran sentral dalam menggerakkan pencegahan korupsi. Kedua, setiap moment dijadikan kesempatan untuk menyampaikan semangat anti-korupsi, termasuk melalui permainan SPAK. Ketiga, ia fokus pada peningkatan kapasitas kader dan agen. Keempat, kader dan agen SPAK diintegrasikan dalam setiap kegiatan desa. Kelima, promosi nilai anti-korupsi di tempat umum dengan pemasangan poster, spanduk, atau baliho.  Perubahan signifikan juga dirasakan olehnya dalam kapasitas kepemimpinan dan sistem pelayanan publik Desa Mallari. Pengambilan keputusan menjadi lebih hati-hati, mempertimbangkan nilai-nilai anti-korupsi. Sistem pelayanan publik menjadi lebih efektif dan efisien, berbasis SOP, dan tanpa biaya sepersen pun serta tanpa praktik nepotisme. Namun, pengalaman yang paling menggugah hati adalah perubahan dalam pemikiran tentang gratifikasi. Sebelumnya, tindakan-tindakan yang dianggap sebagai bantuan ternyata merupakan bentuk korupsi yang merugikan.  Meski demikian, perjalanannya sebagai agen SPAK tidak terlepas dari tantangan. Namun, dengan ketangguhan dan semangatnya, ia berhasil memenangkan kepercayaan pamong desa yang awalnya skeptis terhadap gerakan SPAK. Wahyuli memiliki harapan besar terhadap gerakan SPAK di Desa Mallari. Ia berharap agar gerakan ini terus berjalan, menjadi penunjuk dan pengingat akan pentingnya nilai anti-korupsi. Harapannya adalah agar semangat anti-korupsi dapat tersebar dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mewujudkan cita-cita negara bebas korupsi untuk masa depan keluarga dan bangsa.  Dengan penuh harapan, Wahyuli mengajak semua untuk terus mendukung gerakan SPAK. Dia percaya bahwa dengan menanamkan nilai-nilai antikorupsi, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk keluarga, bangsa, dan negara. Sebagai pesan terakhir, Wahyuli menyerukan kepada semua perempuan untuk tetap menjadi agen perubahan, menanamkan nilai-nilai kejujuran, dan menjadi teladan bagi generasi mendatang. 
Kisah Inspiratif

“Perjalanan Integritas: Kisah Inspiratif Santi Widiastuti sebagai Agen SPAK”

Santi Widiastuti telah menjadi guru selama 28 tahun. Baru saja memulai perjalanannya sebagai agen SPAK setelah mengikuti Training of Trainer (TOT) di Jakarta. Sebagai ibu dari dua anak, Santi merasa tertantang untuk menyelami pemahaman baru tentang perilaku korupsi dan mengubah paradigma dalam kehidupannya. Santi menemukan bahwa banyak tindakan sehari-hari yang sebelumnya dianggap biasa ternyata merupakan bibit-bibit korupsi yang perlu dihindari. Melalui refleksi dan diskusi dengan keluarga ia memulai langkah perubahan dengan meningkatkan kedisiplinan diri dan memperkenalkan nilai-nilai integritas kepada anak-anaknya.  Mendapat pencerahan dari teman-teman sejawatnya, ia menyadari bahwa perilaku korupsi bisa mengintai di mana saja, bahkan dalam tindakan-tindakan kecil sehari-hari yang selama ini dianggapnya biasa. Kesadaran ini membawanya pada sebuah tekad baru untuk berubah, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungannya.  Santi mulai  dari  hal-hal kecil, seperti tidak lagi memberikan tip kepada petugas kebersihan atau satpam. Salah satu yang dibawanya setelah mengikuti TOT ialah permainan SEMAI yang ia mainkan bersama muridnya di kelas. Permainan SEMAI menciptakan ruang bagi anak-anak untuk berdiskusi dan menyadari pentingnya sikap-sikap positif dalam kehidupan mereka.  Namun, ujian sejati datang ketika Santi dihadapkan pada gratifikasi menjelang Ramadan, yaitu orangtua. Ia bingung apakah harus menolak atau menerima karena pemberian dalam rangka hari raya tentunya diberikan dengan iklas. Dalam perjuangan untuk mempertahankan integritasnya, Santi menghadapi kebingungan dan dilema. Namun, dengan keteguhan hati, dia akhirnya menemukan jalan keluar  untuk menolak pemberian itu tanpa menimbulkan sakit hati pada pemberinya, Santi lega karena telah berhasil mengedepankan nilai-nilai yang diyakininya.  Di tengah perjalanan yang penuh liku, Santi juga harus menghadapi pertimbangan tentang mengirimkan hampers kepada pelanggan cateringnya. Meskipun tindakan ini bisa berdampak pada pandangan pelanggannya, Santi memilih untuk tetap mengikuti nilai-nilai yang diyakininya.  Di sekolah tempat Santi Widiastuti mengajar, diperkenalkan sebuah proyek bernama Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dikenal sebagai P5. Proyek ini menekankan enam nilai penguatan pada profil Pelajar Pancasila:  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.  2. Mandiri.  3. Bergotong royong.  4. Berkebhinekaan global.  5. Kreatif.  6. Bernalar kritis.  Dalam Training of Trainer (ToT) yang diikutinya, Santi diperkenalkan dengan sembilan nilai karakter yang seharusnya ditanamkan dalam diri anak-anak sejak dini. Melalui permainan SEMAI, Santi lebih mudah mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam P5. Misalnya, kejujuran ditarik hubungannya dengan nilai beriman dan bertakwa, sedangkan berkebhinekaan global dihubungkan dengan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik.  Dengan demikian, profil Pelajar Pancasila dapat dijabarkan dengan baik melalui permainan SEMAI sesuai dengan sembilan nilai karakter. Sebagai agen SPAK, Santi berharap dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam mendidik anak-anak dan menanamkan nilai serta karakter baik dari sekolah. Dia percaya bahwa setiap kontribusi, sekecil apapun, akan membawa kebaikan di masa depan.  Pesan dari Santi untuk masyarakat adalah pentingnya membiasakan yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengajak semua orang untuk bersama-sama mengawali perubahan menuju kebaikan, dan meyakini bahwa dengan kesadaran dan tindakan nyata, Indonesia dapat menjadi negeri yang lebih baik dengan penduduk yang memiliki integritas tinggi.   Melalui kisah perjalanan Santi, kita belajar bahwa perubahan dimulai dari langkah-langkah kecil yang diambil dengan tekad yang kuat. Setiap tindakan kecil yang diambil dengan integritas adalah langkah menuju perubahan yang lebih besar, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa ini. Santi Widiastuti adalah bukti hidup bahwa kebaikan selalu dapat ditemukan dalam setiap sudut kehidupan, asalkan kita memiliki keberanian untuk berubah. 
Berita Event

Delapan Belas Agen SPAK Baru Siap Sebarkan Semangat Antikorupsi

SPAK Indonesia baru saja menyelenggarakan Pelatihan untuk Pelatih (ToT) dari tanggal 29 Februari sampai dengan 1 Maret 2024. Kegiatan ini bertujuan menambah jumlah Agen untuk memperkuat SPAK Indonesia agar dapat terus menyebarkan nilai-nilai antikorupsi dalam masyarakat.  Dalam pelatihan selama 2,5 hari, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang delik-delik korupsi, melakukan refleksi terkait perilaku koruptif sehari-hari, mengenal berbagai permainan SPAK, serta belajar menjadi fasilitator permainan SPAK. Pelatihan juga melibatkan simulasi untuk mempraktikkan pemahaman yang diperoleh dalam berbagai situasi kehidupan.  Para peserta yang lulus pelatihan akan menjadi agen SPAK dan siap terjun ke masyarakat untuk menyebarkan semangat antikorupsi. Mereka telah dilatih oleh narasumber berkompeten, antara lain Ganjar L Bonaprapta, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Judhi Kristantini, Pendiri SPAK dan Penasihat SPAK Indonesia, Wawan dari Transparency International Indonesia, dan Maria Kresentia, Direktur SPAK Indonesia serta agen-agen SPAK Jakarta yang sudah lebih dahulu mengikuti pelatihan.  Peserta ToT ini cukup beragam dari sisi profesi maupun usia. Ada yang jauh-jauh datang dari Bontang, Samarinda dan Menado atas biaya sendiri. Mereka ada yang bekerja di Inspektorat dan juga Bea dan Cukai. Selain itu ada juga guru, mahasiswa, aktivis dan asesor. Meskipun cuaca tidak mendukung pada hari pertama, semangat peserta tetap tinggi, menunjukkan komitmen mereka dalam berpartisipasi dan belajar. Setiap peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat kehadiran, dua permainan SPAK (SEMAI untuk siswa dan MAJO untuk dewasa umum), serta perangkat sosialisasi lain. Dalam lembar refleksi yang diisi peserta di akhir pelatihan, semua menyatakan pelatihan ini membuka mata mereka tentang betapa banyak perilaku koruptif di masyarakat bahkan mereka pun sering melakukan tanpa menyadari. Sebagai langkah awal para Agen SPAK baru ini bertekad untuk mengubah pola pikir selama ini yang cenderung membenarkan kebiasaan-kebiasaan yang salah, serta mulai menyebarkan nilai-nilai antikorupsi yang diperoleh dalam pelatihan pada lingkungan sekitar dengan menggunakan permainan SPAK.   Kehadiran 18 Agen perubahan ini sungguh suatu yang membahagiakan, karena mereka mendaftarkan diri secara suka rela dan berkomitmen untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di masyarakat. Mereka memberikan harapan masih adanya orang-orang yang merindukan perubahan dan ingin melihat Indonesia bebas dari korupsi, walaupun harus melewati perjalanan panjang dan sepi.    Setelah mengikuti TOT, Agen SPAK bermain SEMAI bersama MahasiswiMengajak teman kantor bermain MAJO
Kisah Inspiratif

“Ninja Hatori dari Gunungkidul: Perjuangan Puji Lestari sebagai Ibu, Pemimpin Kelompok, dan Agen SPAK”

Puji Lestari, ibu berusia 45 tahun dari Gunungkidul, Yogyakarta. Ia adalah ibu dari seorang anak berkebutuhan khusus, cerebral palsy. Tidak hanya sebagai ibu yang kuat, Puji juga memimpin kelompok hebat, Mitra Ananda Gunungkidul, yang fokus membantu anak-anak dengan berbagai disabilitas seperti cerebral palsy, down syndrome, dan autisme. Namun, perjuangan Puji tidak hanya itu, dia juga menjadi pengurus di Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS).    Tahun 2017 dia mengikuti Training of Trainer (TOT) yang diadakan oleh SPAK Indonesia. Melalui proses seleksi yang ketat, hanya 7 dari 15 orang yang berhasil lolos, termasuk Puji. TOT tersebut tidak hanya melibatkan orang tua yang mendampingi anak-anak disabilitas, tetapi juga perempuan disabilitas dari berbagai organisasi di Jogja. TOT ini dibuat khusus untuk fokus kepada Agen SPAK Disabilitas.    Sebagai agen SPAK, Puji tidak tinggal diam. Ia giat melaksanakan kegiatan “nyepak” di PKK Kalurahan di Kabupaten Gunungkidul. Sasarannya adalah istri pamong kalurahan yang potensial terlibat dalam praktik korupsi. Mulai dari penyampaian korupsi dalam bentuk uang/dana hingga korupsi waktu, Puji berusaha membawa perubahan. Sosialisasi dilakukan dengan menghadapkan sound system ke arah kantor lurah dan pamong, agar mereka mendengarkan dengan seksama.   Perubahan yang dilakukan oleh Puji terasa signifikan. Kantor-kantor kalurahan yang sebelumnya lembur kini menjadi disiplin waktu. Praktik pungli dan money politik pun berhasil dihapuskan. Puji sendiri merasakan perubahan dalam penghargaan terhadap pendapatnya. Kini, dia menjadi anggota badan permusyawaratan di Kalurahan Rejosari, memiliki peran penting dalam mengawasi kinerja dan pelaksanaan program Pemkal Rejosari.  Namun, perjalanan Puji tidak selalu mulus. Di salah satu kalurahan, ketika dia mengenakan seragam kaos SPAK, para pamong awalnya menolak. Mereka ketakutan, mengira Puji dan timnya adalah penyidik. Namun, setelah menjelaskan Puji berhasil meyakinkan mereka bahwa misi mereka adalah sosialisasi pendidikan anti korupsi.   Di balik ketegasan sebagai agen SPAK, Puji memiliki julukan yang menarik, “Ninja Hatori.” Julukan ini tidak datang begitu saja, melainkan sebagai penghargaan atas ketangguhannya yang membutuhkan perjalanan melelahkan melintasi bukit dan lembah Gunungkidul, dengan jarak tempuh mencapai 30 km – 60 km.   Untuk ke depannya, Puji memiliki harapan besar. Ia berharap agar jumlah agen SPAK di Gunungkidul terus bertambah, mengingat luas wilayah mereka yang mencakup 144 kalurahan, sekitar sepertiga dari luas Yogyakarta. Puji menginginkan pendampingan lebih dari SPAK pusat untuk memperkuat gerakan mereka. Tidak hanya itu, Puji berharap agar kartu-kartu permainan SPAK dilengkapi huruf Braille, memungkinkan teman-teman disabilitas netra bermain mandiri di komunitas mereka. Selain itu, dia menginginkan adanya pelatihan khusus untuk agen SPAK baru yang telah direkrut, sehingga mereka dapat turut membantu dalam kegiatan nypak di lingkungan masing-masing.    Puji Lestari, seorang ibu, pemimpin kelompok, dan agen SPAK, telah membuktikan bahwa semangat perubahan dan keberanian dapat membawa dampak positif. Di balik kesibukannya merawat anak disabilitas, Puji menunjukkan bahwa satu orang bisa menjadi pahlawan dalam memerangi korupsi dan membawa perubahan yang berarti dalam masyarakat. 
Berita Event

SPAK INDONESIA DIUNDANG DALAM PENYERAHAN INTERNATIONAL ANTI-CORRUPTION EXCELLENCE AWARD (ACE AWARD) 2023 DI UZBEKISTAN

International Anti-corruption Excellence Award (ACE Award) 2023 diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan dan untuk pertama kalinya Rolacc (Rule of Law of Anti-corruption Committee) sebagai penyelenggara mengundang seluruh pemenang dari tahun-tahun sebelumnya. SPAK Indonesia sebagai pemenang tahun 2017 dari katagori Youth Creativity and Engagement turut diundang pula dalam acara yang berlangsung dari tanggal 18 sampai dengan 21 Desember 2023. Undangan ini merupakan suatu kesempatan bagi SPAK Indonesia untuk berbagi apa yang telah dicapai serta tantangan yang masih dihadapi setelah menerima penghargaan tersebut di tahun 2017. Acara ini juga merupakan kesempatan baik bagi seluruh peserta untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pegiat antikorupsi yang memiliki fokus yang sama. Setelah puncak acara yaitu penyerahan penghargaan bagi pemenang dari berbagai negara, digelar diskusi panel yang diikuti oleh para pemenang tahun 2023, serta para pemenang sebelumnya. Ada 5 panel dengan topik berbeda yang masing-masing dimoderatori oleh para ahli yang pernah menjadi juri di ACE Award, di antaranya dari UNODC, Jaksa dan Profesor pengajar di perguruan tinggi. Kelima topik panel tersebut adalah International Perspectives on Corruption, Central Asia Regional Initiatives on Countering Corruption, Youth Academia and Education, Uncovering the Truth behind Corruption, The Nexus between Academia and Innovation. SPAK menjadi pembicara dalam Panel 4 dengan tema “Uncovering the Truth behind Corruption” yang dimoderatori oleh Suzanne Culley-Haiden, mantan Jaksa Federal Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut Maria Kresentia yang mewakili SPAK Indonesia, mengangkat isu korupsi sebagai enabling factor dari kejahatan terhadap perempuan yang belum menjadi perhatian khusus pemerintah, sementara angka korban perempuan dan anak-anak tinggi. Kejahatan terhadap perempuan tersebut meliputi perkawinan anak, perdagangan orang dan sextortion. Isu ini merupakan salah satu fokus SPAK Indonesia, disamping pendidikan nilai-nilai antikorupsi. SPAK merasa perlu terus membangun narasi tentang keterkaitan antara korupsi dan terjadinya kejahatan terhadap perempuan untuk mendorong upaya-upaya pencegahan melalui advokasi kebijakan dari tingkat regional hingga nasional. Diharapkan dengan mencegah praktek-praktek korupsi, kejahatan terhadap perempuan pun dapat dicegah dan lebih banyak perempuan dapat diselamatkan. Ini adalah salah satu wajah korupsi yang perlu ditunjukkan pada publik. Acara ini membuka kesempata bagi SPAK Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan para pemenang lain, baik dari tahun sebelumnya maupun dari tahun 2023 yang mempunyai ketertarikan yang sama terhadap isu-isu perempuan. Maka terbentuk lah group informal terdiri dari para pemenang dari Cyprus, Inggris, Amerika, Liberia dan Indonesia yang semuanya perempuan. Group ini mengajukan usul pada Rolacc sebagai penyelenggara ACE Award untuk membuat wadah khusus khusus isu Gender dan Korupsi, dan mendapat tanggapan positif dari pihak Rolacc. Wadah ini nantinya diharapkan dapat mendorong berbagai kegiatan terkait isu-isu korupsi dan perempuan, serta membuka jaringan dengan berbagai lembaga internasional.
Event
Ada 102,58 juta pemilih perempuan (50%) yang akan ikut menentukan masa depan Indonesia 5 tahun mendatang. Kamu salah satunya. Karena itu jadilah pemilih cerdas dalam Pemilu 2024. Jangan berpikir “apalah arti suara saya”, karena satu suara sangat berarti bagi masa depan IndonesiaPelajari rekam jejak calon, visi-misi dan program kerjanya. Hindari calon dengan latar belakang korupsi dan kejahatan terhadap perempuan, anak, difabel dan kelompok minoritas lain.Waspada Politik Uang. Jangan jual/tukar suara kamu dengan apa pun. Jual beli suara dapat terjadi sampai saat kamu akan memasuki bilik suara.Datang lebih awal ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mendapatkan penjelesan dan tata cara pemilihan. Ikuti tata cara pemilihan sesuai ketentuan dan jangan terpengaruh oleh usaha untuk mempengaruhi suara.Ikut serta dalam proses perhitungan suara dan tidak ragu untuk melaporkan dugaan pelanggaran pada pengawas pemilihan. BERGABUNGLAH DENGAN 102,58 JUTA PEMILIH PEREMPUAN LAIN DAN SEBARKANLAH KAMPANYE “SUARA PEREMPUPAN BERHARGA” DENGAN MEMBUAT TWIBON DAN UNGGAH DI SOSIAL MEDIA KAMU. TAG INSTAGRAM @spakindonesia dan @indonesiawomencoalition DAN FACEBOOK Koalisi Perempuan Indonesia Setnas.
Berita

Pelaksanaan Training of Trainers Sekolah Jujur Sekolah Saya di Medan

Program Sekolah Jujur Sekolah Saya, yang digagas oleh SPAK Indonesia dengan dukungan New Zealand Aid tahun 2023 dilaksanakan di tiga wilayah yakni Medan, Makassar dan Gorontalo. Pelaksanaan ToT sebagai salah satu rangkaian program Sekolah Jujur Sekolah dilakukan pertama kali di Medan pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2023. Dalam ToT ini, perserta diberikan materi mengenai korupsi, perilaku korupsi serta nilai-nilai antikorupsi. Pelatihan yang diikuti UPT SMP Negeri 1 Medan dan SD Negeri Al Wasliyah Medan memberikan pemahaman tentang korupsi, perilaku koruptif serta nilai-nilai antikorupsi pada para kepala sekolah dan guru sebagai motor pembangun ekosistem antikorupsi di sekolah. Pada pelatihan ini, SPAK Indonesia mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Medan ditandai dengan penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan dan Direktur SPAK Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Bapak Laksamana Putra Siregar, S.H., MSP sedang menandatangani PKS didampingi oleh direktur SPAK Indonesia, Maria Kresentia Setelah mengikuti 2 hari pelatihan, peserta mengakui banyak hal baru yang mereka pelajari. Perilaku yang semula dianggap biasa ternyata masuk dalam ranah koruptif. Selain itu, peserta juga dibekali boardgames SEMAI dan Majo Junior sebagi tools menanamkan nilai-nilai antikorupsi untuk peserta didik di sekolah masing-masing. Dalam satu tahun pelaksanaan program Sekolah Jujur Sekolah Saya ini, setiap sekolah peserta program, akan didampingi oleh satu orang pendamping yang merupakan agen SPAK. Pendampingan tersebut dilakukan secara berkala dan teratur dan menjadi semacam forum bagi Kepala Sekolah dan Guru sekolah sasaran untuk berdiskusi dengan agen SPAK untuk membahas tantangan dan pelaksanaan program, juga mengumpulkan cerita-cerita perubahan yang akan menjadi best practice. Selain itu, dalam menjalankan kegiatan pembangunan integritas, sekolah juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Komite, Wali Murid, hingga seluruh staff yang bekerja di Sekolah tersebut.
Berita Event

SPAK BICARA DI SIDE EVENT ACWG G20 INDIA,26 MEI 2023

Forum Anti-corruption Working Group G20 India mengundang SPAK Indonesia untuk bicara dalam side event bertema “Gender and Corruption”, yang diselenggarakan tanggal 26 Mei 2023 di Hotel Westin Resort & Spa Uttarakhand, Rishikesh, India. Undangan yang datang mendadak ini semula meminta SPAK Indonesia mengirim video sepanjang 4 menit yang menjelaskan kegiatan SPAK dalam menggerakan perempuan ikut dalam pencegahan korupsi. Melalui email pada panitia, SPAK menjelaskan bahwa saat ini sedang mengembangkan fokus pada korupsi sebagai penyebab kejahatan terhadap perempuan. Balasan email tersebut, justru mengundang SPAK untuk hadir langsung dalam side event tersebut dan memaparkan apa saja yang telah dilakukan SPAK dalam pencegahan korupsi, termasuk korupsi yang berdampak pada kekerasan terhadap perempuan. Seluruh pembiayaan wakil dari SPAK Indonesia ditanggung oleh pemerintah India sebagai penyelenggara G20. Setelah melalui pengurusan visa yang cukup rumit, karena terbatasnya waktu, maka pada tanggal 24 Mei 2023, Maria Kresentia, sebagai direktur, bersama Judhi Kristantini sebagai co-founder berangkat ke Uttarakhand, India untuk mewakili SPAK Indonesia. Side Event yang berupa talkshow tersebut dibuka oleh Menteri Luar Negeri India, Ibu Meenakshi Lekhi dan diisi beberapa pembicara, yaitu Valentina M. Donini dari Open Government Partnership Multi-stake holder Forum, Itali, delegasi dari Afrika, Sonika Kanojia dan Rajni Rawat, perwakilan dari program pemberdayaan perempuan pemerintah India, Brigitte Strobel-Shaw, ketua bidang Corruption and Economic Crime UNODC serta Maria Kresentia, Direktur SPAK Indonesia. Menteri Luar Negeri India dalam sambutannya menjelaskan program pemerintah India dalam meningkatkan pemberdayaan pada perempuan, namun pelaksanaannya terhalang oknum-oknum korup yang membawa uang ke luar India yang seharusnya dapat mendanai kesehatan lebih banyak untuk perempuan dan keluarganya. Valentina M. Donini memaparkan bahwa perempuan menderita lebih banyak sebagai korban korupsi, diantaranya karena adanya sextortion yang sulit dibuktikan karena timbulnya victim blaming. Disamping itu, Donini juga mengatakan bahwa perempuan seringkali menjadi lebih defensif terhadap korupsi karena mereka ingin menekan akibat yang mereka rasakan. Sistem politik yang melibatkan lebih banyak perempuan akan dapat mengurangi korupsi. Karena itu strategi pencegahan korupsi perlu menekankan kesetaraan jender sebagai upaya memberi peluang lebih besar pada perempuan untuk ikut di dalamnya. Delegasi dari Afrika menyatakan setuju bahwa perempuan adalah pihak yang paling dirugikan oleh korupsi. Hal lain yang dikemukakannya adalah perlunya data tentang jumlah perempuan dibanding laki-laki yang melakukan korupsi serta jenis yang dilakukan masing-masing untuk dapat melakukan intervensi yang tepat.  Ia juga menjelaskan pentingnya memberikan pelatihan pada petugas pelayanan tentang pelayanan publik berbasis jender. Sonika Kanojia dan Rajni Rawat, yang mewakili perempuan India dalam program pemberdayaan perempuan yang digagas pemerintah India, menceritakan perjalanan mereka membangun UMKM yang mandiri dari nol hingga berhasil mempunyai beberapa karyawan. Mewakili SPAK Indonesia, Maria Kresentia menceritakan perjalanan SPAK sejak awal berdiri sebagai gerakan sosial hingga menjadi sebuah organisasi yang mendiri. Perjalanan SPAK adalah rangkaian cerita perempuan dari berbagai latar belakang dari 34 provinsi yang bergerak ikut dalam pencegahan korupsi menggunakan alat bantu berupa permainan dan telah melakukan berbagai perubahan di institusi masing-masing. Maria Kresentia juga menjelaskan bahwa saat ini SPAK meluaskan area fokusnya pada korupsi yang menimbulkan tindak kejahatan terhadap perempuan, seperti perkawinan anak dan perdagangan orang. Penelitian tentang korupsi dalam perdagangan orang di Provinsi Sulawesi Selatan yang telah dilakukan SPAK Indonesia, saat ini telah menjadi materi advokasi untuk mendorong regulasi baru Tindak Pidana Perdaganan Orang yang memasukkan korupsi sebagai salah satu faktor yang memfasilitasi kejahatan tersebut. Paparan Maria Kresentia menggambarkan, betapa apa yang telah dilakukan agen-agen SPAK merupakan tindakan pencegahan korupsi yang nyata dan berdampak. Seusai talkshow tersebut Ibu Meenakshi Lekhi selaku Menteri Luar Negeri India, memberi selamat pada SPAK Indonesia dan mengutarakan kekagumannya pada gerakan perempuan di Indonesia yang telah menunjukkan dampak nyata dalam pencegahan korupsi. Diundangnya SPAK Indonesia dalam side event ACWG G20 India ini membuktikan, bahwa apa yang dilakukan para agen SPAK dalam pencegahan korupsi telah diakui forum internasional dan dapat menjadi best practice bagi gerakan perampuan di negara lain.
Berita

Official Merchandise SPAK & Integritytalk.ID

SPAK Indonesia dan IntegrityTalk.ID datang dengan MERCHANDISE BARU! Dapatkan official merchandise terbaru kami yakni koleksi kaos dan jersey #SPAK dan #ITalk. Untuk jenis kaos, tersedia juga variasi lengan panjang. Untuk jersey, hanya ada jenis lengan pendek ya. Cek tabel di bawah ini untuk ukuran kaos/jersey: Pre-Order dibuka hingga Senin, 15 Agustus 2022. Untuk pemesanan, silakan ikuti panduan di bawah ini: Hubungi WA 08113042404 dengan format pemesanan sebagai berikut: Nama Lengkap:Alamat Lengkap Pengiriman:Nomor HP:Jenis Kaos:Pilih salah satu: Lengan Panjang/Lengan PendekUkuran:Jumlah: Admin akan membalas dengan total harga kaos + ongkir, dan rekening pembayaran.Lakukan pembayaran dan lampirkan bukti pembayaran kepada admin.Setelah diverifikasi oleh admin, merchandise #SPAK dan #ITalk mu akan segera dikirim paling lambat 7 hari setelah pembayaran. Yuk koleksi kaos dan jersey-nya sekarang, sebelum kehabisan!
Sosialisasi SDN Maricaya II
Berita

Libatkan Multi Pihak, SDN Maricaya II Nyatakan Ekosistem Sekolah Antikorupsi melalui Mushola Ramah Anak

Pembangunan ekosistem sekolah antikorupsi nyatanya tidak cukup hanya melibatkan siswa-siswi dan aktor-aktor tenaga pendidik dalam lingkungan sekolah. Karena proses pendidikan tidak berhenti ketika jam sekolah berakhir, namun pula mengiringi siswa-siswi ketika kembali ke rumah dan masyarakat. Oleh sebab itu, SDN Maricaya II yang juga merupakan sekolah dampingan dalam program “Sekolah Jujur Sekolah Saya” berinisiatif untuk mengundang seluruh pihak yakni orang tua, guru, komite sekolah, dan masyarakat yang diwakili oleh RT dan RW dalam sosialisasi program yang diselenggarakan oleh SPAK Indonesia dan Kemdikbudristek.  Pelibatan pemangku kepentingan di luar lingkungan sekolah ini salah satunya didasari oleh relasi baik antara sekolah, RT dan RW serta komite sekolah dalam dinamika bermasyarakat sehari-harinya. Sehingga, ketika Kepala SDN Maricaya II meminta diadakannya sosialisasi oleh pihak SPAK, inisiatif untuk melibatkan Komite Sekolah, RT, dan RW pun disambut baik. Dalam sosialisasi yang dilaksanakan pada 13 Juni 2022 ini, para peserta menyambut baik rancangan program dalam membangun lingkungan sekolah antikorupsi. SD Maricaya II yang memiliki citra sebagai sekolah yang “kurang dikenal”, mungkin karena lokasinya yang agak tersembunyi, ditambah dengan kondisi bangunan sekolah yang cenderung memprihatinkan dengan kondisi bangku-bangku rusak dan menumpuk.  Mendengar bagaimana program Sekolah Jujur, Sekolah Saya memperkenalkan pendekatan yang holistik dalam “mengajarkan siswa tentang menjaga nilai kebersihan, kerja sama, jujur, sehingga rencana realisasi program ini dihadirkan dalam bentuk mushola yang ramah anak pun disambut dengan baik oleh ketua komite,” ungkap Kepala SDN Maricaya II. Harapannya, musholla ramah anak ini bisa mengajarkan nilai-nilai selain terkait ibadah ritual, juga belajar bertanggungjawab, jujur, sopan, yang semuanya bisa didapatkan dari salah satu alat permainan SPAK yakni Semai. Ketika agen SPAK memandu sesi bermain Semai, antusiasme luar biasa muncul dari para peserta sosialisasi. Dengan penjelasan dan contoh soal yang mudah dipahami bahkan oleh anak-anak, semua yang hadir sepakat bila Semai diintegrasikan sebagai salah satu alat permainan yang selalu tersedia di mushola dan di ruang kelas, terutama ketika tidak ada jam pelajaran. Salah satu agen SPAK yang hadir kala itu, Ira, bercerita, “ada yang khawatir kalau gurunya berhalangan masuk kelas untuk memandu bermain Semai bagaimana? Apa boleh agen SPAK yang langsung hadir untuk memfasilitasi permainan tersebut?” menanggapi antusiasme tenaga didik yang hadir. Pasca sosialisasi, SDN Maricaya II berencana mengadakan perumusan indikator sekolah jujur yang merupakan turunan dari mushola ramah anak. Kepala SD Maricaya dan Ketua Komite Sekolah berharap bahwa ekosistem sekolah akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu dari kondisi yang kurang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar dengan segala keterbatasan layanan dan infrastruktur yang ada. Dengan masuknya program Sekolah Jujur, Sekolah Saya, mereka berharap bahwa siswa-siswi mereka betul-betul bisa mewujudkan nilai-nilai integritas agar yang nantinya bisa ternyatakan, salah satunya melalui kontribusi prestasi seperti selayaknya sekolah lainnya di Kota Makassar.